AS Ketir-ketir Rusia dan Korea Utara Semakin Lengket
Selasa, 18 Juni 2024 - 08:26 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Amerika Serikat khawatirkan hubungan Rusia dan Korea Utara yang semakin erat. Foto/Sputnik/Mikhail Metzel/Kremlin via REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku khawatir terhadap hubungan yang lebih erat antara Rusia dan Korea Utara (Korut).
Kekhawatiran itu disampaikan Gedung Putih pada Senin atau menjelang kunjungan kenegaraan yang jarang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang.
"Kami tidak mengkhawatirkan perjalanan tersebut. Yang kami khawatirkan adalah hubungan yang semakin erat antara kedua negara," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan, seperti dikutip AFP.
Baca Juga: Vladimir Putin: Rusia Dukung Korea Utara Melawan Barat yang Khianat dan Berbahaya
"Kekhawatiran ini bukan hanya karena dampaknya terhadap rakyat Ukraina, karena kami tahu rudal balistik Korea Utara masih digunakan untuk menyerang sasaran-sasaran Ukraina, namun karena mungkin ada timbal balik di sini yang dapat memengaruhi keamanan di semenanjung Korea," imbuh Kirby.
Putin dijadwalkan menyambangi Korut pada Selasa (18/6/2024), kunjungan pertamanya ke negara komunis itu sejak tahun 2000.
Menjelang perjalanannya ke Korut, Putin menulis artikel yang diterbitkan surat kabar Rodong Sinmun di mana dia mengucapkan terima kasih kepada Democratic People's Republic of Korea (DPRK)—nama resmi Korut—atas persahabatan dan dukungannya pada Rusia.
Kekhawatiran itu disampaikan Gedung Putih pada Senin atau menjelang kunjungan kenegaraan yang jarang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang.
"Kami tidak mengkhawatirkan perjalanan tersebut. Yang kami khawatirkan adalah hubungan yang semakin erat antara kedua negara," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan, seperti dikutip AFP.
Baca Juga: Vladimir Putin: Rusia Dukung Korea Utara Melawan Barat yang Khianat dan Berbahaya
"Kekhawatiran ini bukan hanya karena dampaknya terhadap rakyat Ukraina, karena kami tahu rudal balistik Korea Utara masih digunakan untuk menyerang sasaran-sasaran Ukraina, namun karena mungkin ada timbal balik di sini yang dapat memengaruhi keamanan di semenanjung Korea," imbuh Kirby.
Putin dijadwalkan menyambangi Korut pada Selasa (18/6/2024), kunjungan pertamanya ke negara komunis itu sejak tahun 2000.
Menjelang perjalanannya ke Korut, Putin menulis artikel yang diterbitkan surat kabar Rodong Sinmun di mana dia mengucapkan terima kasih kepada Democratic People's Republic of Korea (DPRK)—nama resmi Korut—atas persahabatan dan dukungannya pada Rusia.
Lihat Juga :