Salahkan Militer Israel, Anak PM Netanyahu Tuding Ada Kudeta Jelang Serangan 7 Oktober

Senin, 17 Juni 2024 - 20:02 WIB
loading...
A A A
Pada hari Sabtu, dia membagikan postingan yang menyebut para pemimpin keamanan sebagai “kegagalan fatal.”

Bulan lalu, dia membagikan video seorang tentara cadangan IDF yang bertopeng dan berjanji setia kepada perdana menteri sambil mengancam akan melakukan pemberontakan terhadap Kepala IDF Halevi dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant jika militer tidak mengejar “kemenangan penuh” atas Hamas.

Menuding Halevi Memprakarsai Kudeta Militer

Pada bulan Desember, ia menyukai postingan media sosial yang menuduh Halevi memprakarsai kudeta militer de facto pada tanggal 7 Oktober, mengklaim bahwa panglima militer tersebut mengetahui sebelumnya tentang serangan Hamas yang menghancurkan tersebut tetapi tidak memberi tahu perdana menteri.

Serangan nyata terhadap lembaga pertahanan tidak hanya terbatas pada putra perdana menteri – pada hari Minggu, Netanyahu dilaporkan mengatakan kepada para menteri, “Kita memiliki negara dengan tentara, bukan tentara dengan negara.”

Yair Netanyahu, yang sekarang tinggal di dekat Miami, dilaporkan pindah ke Florida tahun lalu setelah perdana menteri dan istrinya menuntut agar dia berhenti memposting di media sosial dan tidak berbicara langsung dengan anggota parlemen atau menteri di tengah tuduhan bahwa dia mengobarkan ketegangan di Israel dan memperburuk keretakan diplomatik. dengan Amerika Serikat.

Bersamaan dengan kehadiran media sosial yang kontroversial, Yair Netanyahu telah menghadapi kritik karena tetap tinggal di AS meskipun perang pecah, ketika puluhan ribu warga Israel kembali ke negaranya untuk bergabung dengan lebih dari 300.000 tentara cadangan yang awalnya dipanggil.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved