PBB Ungkap 14 Warga Israel Mungkin Sengaja Dibunuh Tentara Zionis Sendiri

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:01 WIB
loading...
PBB Ungkap 14 Warga...
Warga Palestina merayakan saat tank militer Israel terbakar setelah diserang pejuang Palestina yang menyusup ke wilayah Israel selatan, di sisi perbatasan Israel-Gaza, 7 Oktober 2023. Foto/REUTERS/Yasser Qudih
A A A
NEW YORK - Sebanyak 14 warga Israel kemungkinan sengaja dibunuh oleh tentara Israel sendiri pada 7 Oktober 2023 sebagai bagian dari protokol yang bertujuan mencegah penyanderan.

Laporan terbaru itu diungkap PBB, mirip dengan temuan beberapa media Israel sendiri tentang tindakan brutal pasukan Zionis.

Laporan Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB (COI) mendokumentasikan penggunaan berulang kali apa yang disebut Petunjuk Hannibal pada 7 Oktober ketika Israel memerangi pejuang Hamas yang memasuki Israel selatan dari Gaza.

Arahan tersebut, ketika aktif, mengindikasikan tentara Israel harus menggunakan segala cara untuk mencegah penangkapan tentara Israel, bahkan jika itu melibatkan pembunuhan mereka.

Meskipun arahan rahasia tersebut secara resmi dan terbuka dicabut pada tahun 2016, beberapa media Israel melaporkan tindakan dan retorika tentara selama serangan yang dipimpin Hamas menyiratkan perintah tersebut diaktifkan kembali dalam beberapa bentuk.

COI mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi satu pernyataan dari awak tank pasukan keamanan Israel, "yang mengkonfirmasi bahwa kru tersebut telah menerapkan Petunjuk Hannibal dengan menembaki satu mobil yang mereka curigai sedang mengangkut tentara (Israel) yang diculik."

Dikatakan bahwa pihaknya juga telah memverifikasi informasi yang menunjukkan, setidaknya dalam dua kasus lainnya, pasukan keamanan kemungkinan besar menerapkan Petunjuk Hannibal, yang mengakibatkan terbunuhnya hingga 14 warga sipil Israel.

“Seorang wanita terbunuh oleh tembakan helikopter (Israel) ketika diculik dari Nir Oz ke Gaza oleh militan,” papar laporan itu, mengacu pada salah satu Kibbutzim tempat orang-orang diculik oleh pejuang Palestina.

“Dalam kasus lain, Komisi menemukan tembakan tank Israel menewaskan sebagian atau seluruh 13 sandera sipil yang ditahan di satu rumah di Beeri,” ungkap laporan itu, merujuk pada Kibbutz lainnya.

Baca juga: Israel Perang Habis-habisan Lawan Hizbullah, Apa Tindakan AS?

Lebih dari 1.100 orang tewas dalam serangan tanggal 7 Oktober setelah Hamas dan kelompok bersenjata lainnya menerobos penghalang yang memisahkan Gaza dari Israel selatan.

The New York Times melaporkan serangan terhadap rumah di Kibbutz Beeri pada Desember.

Menurut laporan tersebut, beberapa tawanan Israel yang ditahan pejuang Palestina di Beeri tewas dalam baku tembak dengan militer Israel, yang digambarkan sebagai "respon militer yang tertunda dan kacau".

Militer Israel meluncurkan granat berpeluncur roket ke rumah itu, menurut para saksi.

Barak Hiram, jenderal Israel yang bertugas merebut kembali kibbutz dari pejuang Hamas, mengenang saat mengatakan kepada anak buahnya, "Menerobos masuk, bahkan dengan mengorbankan korban sipil."

Meskipun berulang kali dikritik atas penanganannya terhadap operasi 7 Oktober, Hiram dibebaskan dari kesalahannya oleh penyelidikan tentara Israel pada April, yang menghubungkan kematian para tawanan dengan tembakan senjata ringan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved