Presiden Negara-negara Afrika Barat Akan Kunjungi Mali
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 01:34 WIB
loading...
A
A
A
Para pemimpin yang menghadiri KTT virtual blok tersebut mengatakan pergolakan politik di Mali dapat mengguncang seluruh kawasan.
“Peristiwa di Mali (memiliki) konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan Afrika Barat,” tweet Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. (Baca: Buntut Kudeta Militer, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Mali )
Di Mali, koalisi kelompok oposisi M5-RFP mengatakan pihaknya bekerja dengan para pemberontak. Ini memberi label tanggapan awal ECOWAS terhadap reaksi berlebihan kudeta yang berasal dari ketakutan beberapa pemimpin regional bahwa hal itu dapat memicu kerusuhan di negara mereka.
"(Para pemimpin) berusaha keras untuk mengatur ECOWAS melawan Mali," kata juru bicara M5-RFP Nouhoum Togo seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2020).
Ibu kota Mali, Bamako tenang untuk hari kedua berturut-turut pada hari Kamis, kata seorang wartawan Reuters, ketika orang-orang tampaknya mengindahkan seruan sebelumnya dari juru bicara junta militer Kolonel Ismael Wague untuk kembali bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Marc-Andre Boisvert, seorang penyelidik independen di pasukan keamanan Mali, mengatakan para pemberontak senior semuanya adalah kolonel tentara yang dihormati. (Baca: Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta )
“Peristiwa di Mali (memiliki) konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan Afrika Barat,” tweet Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. (Baca: Buntut Kudeta Militer, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Mali )
Di Mali, koalisi kelompok oposisi M5-RFP mengatakan pihaknya bekerja dengan para pemberontak. Ini memberi label tanggapan awal ECOWAS terhadap reaksi berlebihan kudeta yang berasal dari ketakutan beberapa pemimpin regional bahwa hal itu dapat memicu kerusuhan di negara mereka.
"(Para pemimpin) berusaha keras untuk mengatur ECOWAS melawan Mali," kata juru bicara M5-RFP Nouhoum Togo seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2020).
Ibu kota Mali, Bamako tenang untuk hari kedua berturut-turut pada hari Kamis, kata seorang wartawan Reuters, ketika orang-orang tampaknya mengindahkan seruan sebelumnya dari juru bicara junta militer Kolonel Ismael Wague untuk kembali bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Marc-Andre Boisvert, seorang penyelidik independen di pasukan keamanan Mali, mengatakan para pemberontak senior semuanya adalah kolonel tentara yang dihormati. (Baca: Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta )
Lihat Juga :