Inggris Setujui Lebih dari 100 Lisensi Ekspor Senjata ke Israel sejak Perang Gaza

Rabu, 12 Juni 2024 - 07:49 WIB
loading...
Inggris Setujui Lebih...
Kendaraan tempur lapis baja milik tentara Inggris Warrior di pelabuhan Paldiski, Estonia. Foto/REUTERS/Ints Kalnins
A A A
LONDON - Inggris telah mengeluarkan lebih dari 100 lisensi ekspor senjata ke Israel antara Oktober dan Mei, menurut data pemerintah.

Dari 108 lisensi, 37 dikategorikan sebagai militer dan 63 sebagai non-militer, yang mungkin mencakup peralatan telekomunikasi untuk digunakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Secara total, saat ini ada 345 lisensi untuk penjualan senjata ke Israel, termasuk yang dikeluarkan sebelum 7 Oktober.

Departemen Bisnis dan Perdagangan merilis angka-angka ini pada 11 Juni 2024 sebagai tanggapan atas apa yang digambarkannya sebagai "keadaan luar biasa, dan kepentingan Parlemen dan publik yang signifikan".

Tidak ada lisensi yang dicabut sejak Israel melancarkan kampanye pemboman brutalnya di Gaza, yang menurut para ahli merupakan genosida, dan tidak ada lisensi yang ditolak, dengan 185 aplikasi masih tertunda.

Emily Apple, koordinator media dari Campaign Against Arms Trade (CAAT), mengkritik angka-angka tersebut karena tidak mengungkap nilai atau rincian senjata apa yang dipasok, melainkan hanya jumlah lisensi yang dikeluarkan.

"Rilis data ini seharusnya membahas kepentingan politik dan publik dalam penjualan senjata ke Israel. Angka-angka yang dirilis tidak melakukan hal ini karena tidak memberikan rincian apa pun tentang peralatan yang diekspor atau nilainya," ujar Apple.

"Jika dan ketika kita memiliki pemerintahan Buruh yang baru, sangat penting bahwa mereka tidak hanya memberlakukan embargo senjata tetapi juga mengatasi kurangnya transparansi dalam sistem perizinan ekspor kita," papar dia.

Baca juga: Anak yang Selamat dari Pembantaian di Nuseirat Sebut Tentara Israel Sengaja Menembaknya

Menteri itu dalam tiga keputusan terpisah, yang dibuat pada Desember, April dan Mei, menolak seruan menangguhkan ekspor senjata ke Israel. Mereka menyatakan keputusan ini konsisten dengan atau sejalan dengan nasihat hukum.

Banyak badan internasional dan kelompok kampanye Inggris telah menegaskan penggunaan peralatan militer oleh Israel di Gaza, yang telah mengakibatkan kematian puluhan ribu warga Palestina, berisiko melanggar hukum humaniter internasional.

Ini adalah pertimbangan utama dalam kriteria hukum Inggris untuk memutuskan apakah akan menangguhkan lisensi ekspor senjata.

Senjata-senjata ini juga diduga membantu Israel memberlakukan blokade terhadap bantuan kemanusiaan yang berujung pada terciptanya "kelaparan buatan manusia" di Gaza.

Nilai lisensi ekspor senjata yang disetujui Inggris ke Israel adalah 42 juta poundsterling pada tahun 2022. Angka untuk keseluruhan tahun 2023 diharapkan akan dipublikasikan akhir pekan ini.

Pemerintah Inggris telah menjual senjata dan komponen militer senilai lebih dari 570 juta poundsterling (USD719 juta) ke Israel sejak tahun 2008.

Ekspor militer ke Israel, yang mencakup komponen untuk alat peledak, senapan serbu, dan pesawat militer, sekitar 0,4% dari total penjualan pertahanan global Inggris pada tahun 2022.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved