Bertemu Menlu China, Menlu RI Singgung Soal Ketersediaan Vaksin

Kamis, 20 Agustus 2020 - 22:15 WIB
loading...
Bertemu Menlu China,...
Retno menuturkan Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman, dan dengan harga yang terjangkau. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia , Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir diketahui telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China , Wang Yi. Isu soal vaksin Covid-19 menjadi salah satu fokus pertemuan yang berlangsung di Hainan, China itu.

Retno menuturkan, ada empat hal yang menjadi fokus pembicaraan dengan Wang Yi. Pertama, komitmen kedua negara untuk terus memperkokoh kerjasama bilateral berdasarkan asas saling menghormati dan saling menguntungkan. Kedua, komitmen kedua negara untuk terus menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Ketiga, jelas Retno, adalah komitmen untuk meningkatkan kerjasama di bidang vaksin. "Dalam pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman, dan dengan harga yang terjangkau," ucap Retno saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (20/8/2020).

"Indonesia melihat adanya komitmen kuat dari sejumlah industri farmasi China untuk melakukan kerjasama vaksin dengan Indonesia, dan kami juga melihat komitmen pemerintah China untuk mendukung kerjasama tersebut," sambungnya.

Hal keempat adalah Indonesia dan China juga terus memiliki tekad kuat untuk memperkokoh kerjasama ekonomi selama dan paska pandemi, termasuk di bidang perdagang. Di mana, Retno menyebut, Indonesia terus berupaya untuk menurunkan angka defisit perdagangan. ( Baca juga: Terbang ke China, Erick Thohir Mau Borong Vaksin Corona? )

Retno menuturkan, selain bertemu Wang Yi, dia dan Erick juga melakukan pertemuan dengan industri Farmasi yaitu dengan Sinovac, Sinopharm dan CanSino serta dengan China Railway. Retno menyebut, dengan Sinovac, dia dan Erick menyaksikan penandatangan perjanjian antara BioFarma dan Sinovac untuk memperkuat kerjasama vaksin.

"Ada dua dokumen yang ditandatangani antara Sinovac dan BioFarma Yang pertama adalah Preliminary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Product of Covid 19 Vaccine - Yang menyepakati komitmen ketersediaan supply bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin mulai November 2020 hingga Maret 2021," ucapnya.

"Dokumen yang kedua, yang ditandatangani oleh Sinovac dan BioFarma adalah MoU untuk komitmen Kapasitas Bulk Vaccine 2021 - dimana Sinovac akan memberikan prioritas kepada Biofarma untuk supply bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021. Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac," ujarnya.

Dia kemudian mengatakan, juga melakukan pembicaraan penjajakan kerjasama vaksin dengan industri farmasi lain di China, antara lain dengan Sinopharm dan CanSino. Selain itu, Retno mengatakan, Indonesia juga terus lakukan komunikasi dengan beberapa pihak lainnya juga, di luar China dengan pemikiran untuk memperoleh hasil yang lebih baik, di tengah kompetisi yang sangat ketat di antara negara-negara dunia.

"Saya perlu tekankan lagi bahwa secara simultan, pengembangan vaksin mandiri yaitu vaksin merah putih juga terus dikembangkan untuk tujuan jangka panjang kemandirian vaksin nasional," tukasnya. ( Baca juga: Tak Sesuai Protokol, BPOM Paparkan Temuan Kritis Obat Corona Racikan Unair )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved