Sistem MCAS Biang Tragedi Lion Air, Boeing: Maaf untuk Nyawa yang Hilang

Jum'at, 05 April 2019 - 04:58 WIB
Sistem MCAS Biang Tragedi...
Sistem MCAS Biang Tragedi Lion Air, Boeing: Maaf untuk Nyawa yang Hilang
A A A
WASHINGTON - CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengatakan sudah sangat jelas bahwa sistem manuver MCAS 737 MAX 8 berkontribusi pada tragedi Lion Air JT610 di Indonesia dan Ethiopian Airlines di Ethiopia. Dia menyampaikan permintaan maaf.

"Kami di Boeing meminta maaf atas nyawa yang hilang dalam kecelakaan 737 baru-baru ini dan tanpa henti fokus pada keselamatan untuk memastikan tragedi seperti ini tidak pernah terjadi lagi," tulis bos Boeing tersebut di Twitter via akun @BoeingCEO, yang dikutip Jumat (5/4/2019).

Sebelum pengakuan itu muncul, para penyelidik telah lama mencurigai peran sistem manuver MCAS 737 MAX 8 dalam kecelakaan pesawat.

Penerbangan Lion Air JT 610 jatuh ke perairan Karawang pada Oktober lalu, di mana 189 penumpang dan awak pesawat tewas. Sedangkan Ethiopian Airlines 302 jatuh di area ladang di Addis Ababa tak lama setelah lepas landas pada bulan Maret lalu, di mana 157 orang di dalamnya tewas.

Penyelidik mencatat ada kesamaan yang jelas antara kedua kecelakaan pesawat tersebut.

"Rincian lengkap tentang apa yang terjadi dalam dua kecelakaan itu akan dikeluarkan oleh otoritas pemerintah dalam laporan akhir," kata Muilenburg dalam sebuah video yang di-posting pada hari Kamis. "Sebagai tanggapan terhadap sudut informasi yang salah," lanjut dia.

Sistem anti-stall atau MCAS 737 MAX bekerja melalui sensor yang dipasang di hidung pesawat. Jika hidung melayang terlalu jauh ke atas, sistem itu memanipulasi ekor untuk menjaga ketinggian pesawat. Namun, para penyelidik dan pengungkap fakta Boeing mengklaim bahwa sensor tersebut dapat memberikan pembacaan yang salah, dan sistem dapat memberikan kompensasi yang berlebihan serta melemparkan pesawat ke penukikan.

Pernyataan Muilenberg muncul pada hari yang sama ketika penyelidik Ethiopia memutuskan bahwa awak penerbangan 302 telah melakukan semua prosedur yang disediakan oleh Boeing, tetapi tetap tidak dapat mengendalikan pesawat."Laporan awal dengan jelas menunjukkan pilot mengikuti prosedur yang direkomendasikan Boeing dan prosedur darurat FAA (Federal Aviation Administration) untuk menangani situasi darurat paling sulit yang dibuat di pesawat," bunyi pernyataan Ethiopian Airlines.

"Meskipun kerja keras, sangat disayangkan bahwa mereka tidak dapat memulihkan pesawat dari nose diving," lanjut pernyataan maskapai tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Ngeri! Pilot Pesawat...
Ngeri! Pilot Pesawat Ethiopian AirlinesĀ Tertidur Saat Terbang
Tertidur Saat Pesawat...
Tertidur Saat Pesawat Mengangkasa, Pilot Ethiopian Airlines Diskors
Boeing Beri Kompensasi...
Boeing Beri Kompensasi Keluarga Korban 737 MAX Ethiopian Airlines, Bagaimana dengan Lion Air?
AS Desak Penghentian...
AS Desak Penghentian Pertempuran di Ethiopia
AS Yakin Eritrea Terlibat...
AS Yakin Eritrea Terlibat dalam Konflik di Ethiopia
AS Perintahkan Pegawai...
AS Perintahkan Pegawai Pemerintah Non-Darurat untuk Segera Tinggalkan Ethiopia
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
6 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
8 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
9 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
9 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved