8 Tantangan Pemerintahan Modi Mendatang, dari Pajak hingga Pengangguran

Senin, 10 Juni 2024 - 19:31 WIB
loading...
A A A
Hubungan dengan Kanada juga tegang setelah Ottawa dan Washington menuduh seorang pejabat India mengarahkan rencana percobaan pembunuhan Gurpatwant Singh Pannun, seorang separatis Sikh dan berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Kanada.

Pada bulan Mei, polisi Kanada menangkap dan mendakwa tiga pria India atas pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar tahun lalu dan mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah orang-orang tersebut memiliki hubungan dengan pemerintah India.

6. Permasalahan Pajak

Sebuah lobi industri tahun ini menyerukan peningkatan batas pembebasan pajak bagi individu dan dikaitkan dengan inflasi untuk membantu meningkatkan konsumsi.

Konfederasi Industri India juga meminta pemerintah meninjau kembali struktur pajak keuntungan modal dengan menerapkan konsistensi tarif pajak untuk berbagai kelas aset seperti utang, ekuitas, dan aset tidak bergerak.

Modi pada masa jabatan ketiganya mungkin terpaksa mempertimbangkan penurunan pajak bagi individu untuk meningkatkan konsumsi, yang selama ini menjadi titik lemah dalam perekonomian yang tumbuh pesat.

7. Nasib Kaum Petani


Melansir Reuters, pendapatan pertanian yang stagnan adalah tanda utama meningkatnya kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan di India yang telah menyebabkan protes meluas. BJP telah berjanji untuk melipatgandakan pendapatan pertanian pada tahun 2022 dalam manifestonya pada pemilu lalu, namun gagal mewujudkannya.

Meskipun demikian, Modi telah menetapkan tujuan baru untuk meningkatkan pendapatan per kapita pedesaan sebesar 50% pada tahun 2030 namun para petani masih skeptis terhadap rencana tersebut, menurut laporan Reuters sebelumnya.

8. Reformasi Ketenagakerjaan

8 Tantangan Pemerintahan Modi Mendatang, dari Pajak hingga Pengangguran

Foto/AP

Pada bulan Februari, juru bicara BJP mengatakan Modi dapat menjadikan reformasi ketenagakerjaan sebagai prioritas jika ia memenangkan pemilihan umum. Namun dengan tekanan dari pemerintah koalisi dan oposisi yang lebih kuat, Modi mungkin harus menunda reformasi tersebut.

Peraturan ketenagakerjaan baru, yang akan memudahkan perusahaan untuk mempekerjakan dan memecat pekerja serta menerapkan pembatasan operasional pada serikat pekerja, telah disetujui oleh parlemen pada tahun 2020, namun peraturan tersebut belum diterapkan karena adanya penolakan dari pekerja dan negara.

Pada masa jabatan pertamanya sebagai perdana menteri, Modi mencoba mendorong undang-undang yang akan mempermudah pembelian tanah untuk koridor industri, perumahan pedesaan dan elektrifikasi, serta untuk tujuan pertahanan. Namun, rencana tersebut ditunda karena mendapat perlawanan keras dari pihak oposisi.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved