Belanda Marah setelah Kapal Perangnya Dikepung Jet-jet Tempur China

Minggu, 09 Juni 2024 - 09:57 WIB
loading...
Belanda Marah setelah...
Belanda marah setelah kapal perangnya dikepung jet-jet tempur China di Laut China Timur. Foto/ANP via DW
A A A
AMSTERDAM - Pemerintah Belanda marah setelah kapal perangnya dikepung oleh dua jet tempur dan sebuah helikopter Angkatan Udara China di Laut China Timur pada hari Jumat.

Kementerian Pertahanan negara NATO tersebut mengatakan jet-jet tempur dan helikopter Beijing mendekati dan mengitari kapal HNLMS Tromp beberapa kali ketika berpatroli untuk mendukung sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Manuver militer Beijing, kata kementerian itu, dilakukan dengan cara yang tidak aman.

“Insiden itu terjadi di wilayah udara internasional,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters, Minggu (9/6/2024).

Situasi menjadi lebih tegang ketika dua jet tempur dan helikopter China juga mendekati helikopter tempur maritim NH90 milik kapal NHLMS Tromp.

Baca Juga: Tegang dengan AS, Rusia Kirim Kapal Perang dan Kapal Selam Nuklir ke Kuba

Foto-foto yang dirilis oleh kementerian itu menunjukkan bahwa aset tempur Beijing yang terlibat dalam kejadian itu adalah helikopter serang ringan Z-19 dan jet pengebom tempur JH-7.

Usai kejadian itu, kapal HNLMS Tromp menuju Jepang dan kemudian ke Hawaii untuk latihan Angkatan Laut “Rim of the Pacific”.

Menanggapi insiden tersebut, anggota Parlemen Belanda Ruben Brekelmans menyatakan keprihatinannya di X. ”China kini juga mengintimidasi kapal Angkatan Laut Belanda kami di perairan dan wilayah udara internasional. Situasi berbahaya seperti ini tidak dapat diterima dan memerlukan respons diplomatik yang kritis. Penting bagi Belanda untuk tidak membiarkan dirinya terintimidasi dan mendukung [pelayaran] kargo yang bebas!” tulis Brekelmans.

Insiden itu menyusul perjalanan kapal Belanda yang kontroversial melintasi Selat Taiwan pekan lalu, yang memicu kemarahan China.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing menerima hukum internasional. ”Namun dengan tegas menentang tindakan yang membahayakan kedaulatan dan keamanan China dengan kedok jalur bebas,” katanya.

Lintasan Selat Taiwan tetap menjadi isu sensitif, karena Beijing mengeklaim kedaulatan atas perairan tersebut meskipun hukum internasional mengakuinya sebagai perairan internasional. Kapal perang Amerika Serikat sering melintasi selat tersebut untuk menegaskan prinsip ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved