Putin Yakin Rusia akan Menang dalam Perang Lawan Ukraina
Sabtu, 08 Juni 2024 - 09:30 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St Petersburg di St Petersburg, Rusia. Foto/Sputnik/Sergey Bobylev
A
A
A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menegaskan pembicaraan damai didasarkan pada kemenangan atau kekalahan, dan Rusia bermaksud untuk menang.
Pernyataan Putin itu muncul pada Jumat (7/6/2024), ketika ditanya tentang konflik Ukraina.
Komentar Putin disampaikan selama panel tanya jawab di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF).
Menyatakan kepemimpinan di Kiev tidak sah dan Barat tidak dapat dipercaya, pemimpin Rusia tersebut mengatakan hal ini tidak akan menghalangi Moskow.
“Semua negosiasi didasarkan pada kekalahan militer, atau kemenangan militer. Tentu saja, kami akan menang,” tegas Putin.
Moskow terbuka untuk negosiasi, Putin mengulangi, tetapi Rusia harus dapat mempercayai orang-orang di pihak lain dan ditawarkan persyaratan yang sesuai dengan kepentingannya. “Pembicaraan damai tidak dapat didasarkan pada fantasi,” ujar dia.
Putin merujuk pada pengakuan mantan pemimpin Jerman dan Prancis tentang proses perdamaian Minsk, yang seolah-olah berupaya menyelesaikan pertikaian di Donbass yang dimulai pada tahun 2014.
Pernyataan Putin itu muncul pada Jumat (7/6/2024), ketika ditanya tentang konflik Ukraina.
Komentar Putin disampaikan selama panel tanya jawab di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF).
Menyatakan kepemimpinan di Kiev tidak sah dan Barat tidak dapat dipercaya, pemimpin Rusia tersebut mengatakan hal ini tidak akan menghalangi Moskow.
“Semua negosiasi didasarkan pada kekalahan militer, atau kemenangan militer. Tentu saja, kami akan menang,” tegas Putin.
Moskow terbuka untuk negosiasi, Putin mengulangi, tetapi Rusia harus dapat mempercayai orang-orang di pihak lain dan ditawarkan persyaratan yang sesuai dengan kepentingannya. “Pembicaraan damai tidak dapat didasarkan pada fantasi,” ujar dia.
Putin merujuk pada pengakuan mantan pemimpin Jerman dan Prancis tentang proses perdamaian Minsk, yang seolah-olah berupaya menyelesaikan pertikaian di Donbass yang dimulai pada tahun 2014.
Lihat Juga :