Zelensky Cari Dukungan Dunia untuk Lawan Rusia, Salami Prabowo

Minggu, 02 Juni 2024 - 13:13 WIB
loading...
Zelensky Cari Dukungan...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky salaman dengan presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto di sela-sela forum Shangril-La Dialogue di Singapura. Foto/X/Volodymyr Zelenskyyon kepada Amerika Serikat untuk menyetujui lebih banyak pendanaan militer untuk
A A A
SINGAPURA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri forum keamanan tahunan Shangri-La Dialogue di Singapura untuk mencari dukungan terkait perangnya melawan invasi Rusia.

Dia pada Sabtu (1/6/2024), melakukan pertemuan dengan para pemimpin dunia, termasuk presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto.

Melalui platform X, presiden Ukraina tersebut membagikan momen berjabat tangan dengan Prabowo—saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Indonesia. Namun, keduanya tidak mengungkap hasil pembicaraan.

Baca Juga: Menhan AS: Ekspansi NATO Tak Bisa Disalahkan atas Perang Ukraina, yang Salah Rusia

Mengutip Channel News Asia, Zelensky dan menteri pertahanannya, Rustem Umerov, melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin selama lebih dari satu jam pada hari Minggu (2/6/2024) di sela-sela forum tersebut.

Ketika ditanya tentang pertemuan tersebut oleh wartawan saat dia meninggalkan ruangan, presiden Ukraina mengatakan pertemuan itu “sangat baik”. Austin tidak berkomentar.

Austin memberikan informasi terbaru kepada Zelensky mengenai bantuan militer Washington kepada Kyiv.

“Dan menegaskan kembali komitmen AS untuk mempertahankan dukungan yang kuat selama pertemuan tersebut,” kata seorang pejabat Pentagon, yang berbicara tanpa menyebut nama karena sensitifnya masalah tersebut.

“Kedua pemimpin berjanji untuk lebih memperkuat kemitraan pertahanan strategis antara Amerika Serikat dan Ukraina,” lanjut pejabat Pentagon tersebut.

Di platform X, Zelensky mengatakan dia pernah bertemu dengan presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto; delegasi dari Kongres AS; dan Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta.

“Sangat penting bagi kita untuk memulai proses membangun perdamaian yang adil,” kata Zelensky.

“Rusia tidak ingin mengakhiri perang. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama dengan seluruh dunia untuk mendekatkan perdamaian.”

Dia mengatakan Ramos-Horta telah setuju untuk menghadiri pertemuan puncak untuk perdamaian Ukraina yang dijadwalkan pada pertengahan Juni di Swiss. Pada forum Shangri-La Dialogue tahun lalu, Prabowo telah mengusulkan rencana Indonesia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Dalam pidatonya di hadapan para delegasi pada hari Minggu, Menteri Pertahanan China Dong Jun mengatakan negaranya telah berhati-hati untuk tidak mendukung Rusia atau Ukraina.

“Mengenai krisis Ukraina, China telah mendorong perundingan perdamaian dengan sikap yang bertanggung jawab,” katanya.

“Kami tidak pernah memberikan senjata kepada salah satu pihak yang berkonflik. Kami telah menerapkan kontrol ketat terhadap ekspor barang-barang yang dapat digunakan ganda, dan tidak pernah melakukan apa pun yang dapat memperparah konflik. Kami berdiri teguh di pihak perdamaian dan dialog.”

Zelensky juga dijadwalkan untuk berbicara pada sesi diskusi terakhir forum ini pada hari Minggu dengan topik “Membayangkan Kembali Solusi untuk Perdamaian Global dan Stabilitas Regional.”

Ukraina saat ini menghadapi serangan baru dari pasukan Rusia, khususnya di sekitar kota Kharkiv di timur laut.

Amerika Serikat baru-baru ini melonggarkan pembatasan penggunaan senjata yang dipasok AS untuk menyerang sasaran di Rusia, yang menurut para pakar akan membantu Ukraina menumpulkan serangan sebelum mendapatkan momentum.

Shangri-La Dialogue, yang diselenggarakan oleh Institut Studi Strategis Internasional yang berbasis di London, berakhir pada hari Minggu.

Rusia belum menghadiri forum di Singapura ini sejak menginvasi Ukraina pada 2022.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Apa Itu Longevity? Gaya...
Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved