Estonia: Gabung NATO Akan Jadi Kemenangan Ukraina
Minggu, 02 Juni 2024 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
“Kami tidak boleh menyerah pada pesimisme. Kemenangan di Ukraina bukan hanya soal wilayah,” kata Kallas.
“Jika Ukraina bergabung dengan NATO, meski tanpa wilayah tertentu, maka itu adalah kemenangan karena Ukraina akan ditempatkan di bawah payung NATO,” imbuh dia, yang dilansir Russia Today, Minggu (2/6/2024).
Estonia adalah salah satu negara yang paling vokal mendukung bantuan untuk Kyiv di antara anggota NATO di Eropa, dan telah menyumbangkan lebih dari €520 juta (USD565 juta) bantuan militer ke Ukraina, yang berjumlah sekitar 1,4 persen PDB negara Baltik tersebut.
Ukraina secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat tersebut pada tahun 2022, namun belum menerima peta jalan atau jadwal aksesi yang jelas.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berulang kali mengatakan bahwa Ukraina tidak dapat menjadi anggota aliansi sampai perangnya dengan Rusia diselesaikan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sementara itu, mengesampingkan penolakan klaim atas Crimea dan bekas wilayah Ukraina lainnya, yang dimasukkan ke dalam Rusia.
“Jika Ukraina bergabung dengan NATO, meski tanpa wilayah tertentu, maka itu adalah kemenangan karena Ukraina akan ditempatkan di bawah payung NATO,” imbuh dia, yang dilansir Russia Today, Minggu (2/6/2024).
Estonia adalah salah satu negara yang paling vokal mendukung bantuan untuk Kyiv di antara anggota NATO di Eropa, dan telah menyumbangkan lebih dari €520 juta (USD565 juta) bantuan militer ke Ukraina, yang berjumlah sekitar 1,4 persen PDB negara Baltik tersebut.
Ukraina secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat tersebut pada tahun 2022, namun belum menerima peta jalan atau jadwal aksesi yang jelas.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berulang kali mengatakan bahwa Ukraina tidak dapat menjadi anggota aliansi sampai perangnya dengan Rusia diselesaikan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sementara itu, mengesampingkan penolakan klaim atas Crimea dan bekas wilayah Ukraina lainnya, yang dimasukkan ke dalam Rusia.
Lihat Juga :