Menhan AS: Ekspansi NATO Tak Bisa Disalahkan atas Perang Ukraina, yang Salah Rusia

Minggu, 02 Juni 2024 - 06:37 WIB
loading...
Menhan AS: Ekspansi...
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mengatakan ekspansi NATO ke arah timur tidak bisa disalahkan atas pecahnya perang Rusia-Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
SINGAPURA - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan ekspansi NATO ke arah timur tidak bisa disalahkan atas pecahnya perang Rusia-Ukraina.

Menurutnya, Moskow satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengidentifikasi aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO sebagai salah satu alasan tindakan militernya. Kremlin melihat potensi keanggotaan Kyiv dalam blok militer pimpinan AS itu sebagai ancaman besar terhadap keamanan nasional Rusia.

Dalam forum pertahanan Shangri-La Dialogue di Singapura pada hari Sabtu (1/6/2024), Cao Yanzhong—seorang jurnalis China dan peneliti di Institut Studi Perang di negara tersebut—berpendapat bahwa ekspansi NATO ke wilayah timur telah menyebabkan krisis di Ukraina.

Baca Juga: Medvedev Peringatkan NATO: Ancaman Nuklir Rusia Bukanlah Gertakan!

Dia kemudian bertanya kepada Austin apakah Washington berupaya mewujudkan pembentukan NATO versi Asia, dan apa implikasi potensial dari penguatan sistem aliansi AS di Asia-Pasifik terhadap keamanan dan stabilitas kawasan tersebut?

Menhan AS menjawab: “Saya dengan hormat tidak setuju dengan pendapat Anda bahwa ekspansi NATO menyebabkan krisis di Ukraina. Krisis Ukraina jelas disebabkan karena Putin mengambil keputusan untuk menyerang tetangganya secara tidak sah.”

Mengenai aktivitas AS di kawasan Asia-Pasifik, Austin membantah bahwa Washington berupaya membangun aliansi militer di kawasan tersebut, namun hanya bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pemikiran serupa dan memiliki nilai-nilai serupa.

Para pejabat tinggi Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, dalam beberapa kesempatan menggambarkan konflik militer Moskow dengan Kyiv sebagai perang proksi yang dilancarkan NATO melawan Rusia, di mana tentara Ukraina berperan sebagai “umpan meriam.”

Minggu ini, muncul laporan bahwa Presiden AS Joe Biden telah memberi lampu hijau kepada Ukraina untuk menggunakan senjata jarak jauh Amerika untuk menyerang sasaran di wilayah tertentu di Rusia. Keputusan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang dikutip oleh New York Times mengatakan perubahan tersebut menciptakan “realitas baru” bagi dunia. Laporan tersebut mengatakan pelonggaran pembatasan lebih lanjut di AS mungkin akan terjadi di masa depan.

Menurut laporan media AS, Kyiv sekarang dapat menggunakan senjata Amerika untuk mencapai sasaran yang merupakan ancaman langsung terhadap wilayah Kharkiv, tempat Rusia melancarkan serangan awal bulan ini dan merebut beberapa desa di sepanjang perbatasan.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa dia mengharapkan langkah lebih berani dari Washington dalam hal ini.

Putin memperingatkan awal pekan ini bahwa eskalasi konflik Ukraina yang terus-menerus “dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved