Medvedev Peringatkan NATO: Ancaman Nuklir Rusia Bukanlah Gertakan!
Sabtu, 01 Juni 2024 - 15:54 WIB
loading...
Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medevedev memperingatkan negara-negara NATO bahwa Moskow tidak membual atau menggertak mengenai kesediaannya untuk menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina. Foto/Yekaterina Shtukina/Sputnik/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medevedev memperingatkan negara-negara NATO bahwa Moskow tidak membual atau menggertak mengenai kesediaannya untuk menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina.
Sekutu utama Presiden Vladimir Putin itu mengatakan para pendukung internasional Kyiv membuat kesalahan fatal jika mereka berpikir sebaliknya.
Medvedev melontarkan pernyataan mengancam tersebut sebagai reaksi terhadap laporan bahwa negara-negara Barat—termasuk Amerika Serikat (AS)—telah memberikan izin kepada Ukraina untuk menggunakan senjata yang mereka sediakan untuk menyerang sasaran di Rusia.
“Ini bukan intimidasi atau gertakan nuklir. Konflik militer dengan Barat saat ini berkembang sesuai dengan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Kekuatan senjata buatan NATO yang dikerahkan terus meningkat. Itulah sebabnya saat ini tidak ada yang bisa mengecualikan transisi konflik ke tahap akhir,” tulis mantan presiden Rusia itu di Telegram pada Jumat, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (1/6/2024).
Baca Juga: NATO Berlatih untuk Serangan Nuklir terhadap Rusia
“Rusia menganggap semua senjata jarak jauh yang digunakan oleh Ukraina telah dikendalikan langsung oleh prajurit dari negara-negara NATO,” lanjut Medvedev.
Dia mengeklaim bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan bantuan militer kepada Ukraina. “Melainkan partisipasi aktif dalam perang melawan kami,” imbuh Medvedev.
Sekutu utama Presiden Vladimir Putin itu mengatakan para pendukung internasional Kyiv membuat kesalahan fatal jika mereka berpikir sebaliknya.
Medvedev melontarkan pernyataan mengancam tersebut sebagai reaksi terhadap laporan bahwa negara-negara Barat—termasuk Amerika Serikat (AS)—telah memberikan izin kepada Ukraina untuk menggunakan senjata yang mereka sediakan untuk menyerang sasaran di Rusia.
“Ini bukan intimidasi atau gertakan nuklir. Konflik militer dengan Barat saat ini berkembang sesuai dengan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Kekuatan senjata buatan NATO yang dikerahkan terus meningkat. Itulah sebabnya saat ini tidak ada yang bisa mengecualikan transisi konflik ke tahap akhir,” tulis mantan presiden Rusia itu di Telegram pada Jumat, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (1/6/2024).
Baca Juga: NATO Berlatih untuk Serangan Nuklir terhadap Rusia
“Rusia menganggap semua senjata jarak jauh yang digunakan oleh Ukraina telah dikendalikan langsung oleh prajurit dari negara-negara NATO,” lanjut Medvedev.
Dia mengeklaim bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan bantuan militer kepada Ukraina. “Melainkan partisipasi aktif dalam perang melawan kami,” imbuh Medvedev.
Lihat Juga :