Trump Kumpulkan Dana Kampanye Rp861 Miliar dalam 24 Jam setelah Divonis

Sabtu, 01 Juni 2024 - 10:51 WIB
loading...
Trump Kumpulkan Dana...
Mantan Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kampanye presidensial mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan mereka mengumpulkan rekor USD53 juta (Rp861 miliar) dalam rentang waktu 24 jam setelah vonis Trump di New York.

"Dalam 24 jam sejak Joe Biden yang Curang dan antek-anteknya di New York mendapatkan vonis pengadilan palsu, Kampanye Trump telah mengumpulkan USD52,8 juta melalui platform penggalangan dana digital daring," ungkap siaran pers tersebut pada Jumat (31/5/2024).

Total baru tersebut berarti kampanye Trump menerima rata-rata USD2 juta dalam bentuk sumbangan setiap jam, menurut siaran pers tersebut.

“Lebih dari sepertiga dari sumbangan ini berasal dari para donatur baru untuk kampanye tersebut,” ungkap siaran pers tersebut.

Tim kampanye Trump menambahkan, “Hal itu menunjukkan semakin besarnya penentangan terhadap keputusan juri.”

Pada Kamis, juri New York memutuskan Trump bersalah atas semua 34 tuduhan pidana pemalsuan catatan bisnis untuk menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada aktris film dewasa Stormy Daniels.

Trump mengatakan putusan itu memalukan dan bagian dari pengadilan palsu yang didorong pemerintahan Biden melalui sistem peradilan yang dipersenjatai dan hakim yang memihak untuk ikut campur dalam pemilu presiden 2024.

Trump adalah calon presiden dari Partai Republik. Trump juga mengatakan dia akan mengajukan banding atas putusan tersebut sementara tim kampanyenya dan berbagai pakar hukum mencatat putusan itu tidak memengaruhi haknya untuk mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat.

Baca juga: Aktivis Anti-Islam Ditikam Secara Brutal di Jerman
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
AS Klaim Perjanjian...
AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved