alexametrics

AS Cabut Status Wilayah Pendudukan Israel, Palestina Murka

loading...
AS Cabut Status Wilayah Pendudukan Israel, Palestina Murka
Palestina sebut keputusan AS bertentangan dengan semua resolusi PBB dan juga tidak menunjukan niat AS untuk membantu proses perdamaian antara Palestina-Israel. Foto/Istimewa
A+ A-
RAMALLAH - Seorang juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas telah mengkritik langkah Amerika Serikat (AS) untuk tidak lagi merujuk Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah yang diduduki Israel. Perubahan status itu disampaikan AS dalam laporan tahunan HAM global, yang dirilis kemarin.

Nabil Abu Rudeineh mengatakan, keputusan AS bertentangan dengan semua resolusi PBB dan juga tidak menunjukan niat AS untuk membantu proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

"Ini adalah kelanjutan dari pendekatan bermusuhan dari pemerintah Amerika terhadap rakyat Palestina dan bertentangan dengan semua resolusi PBB," kata Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan.



"Perubahan status itu adalah bagian dari rencana Presiden AS, Donald Trump untuk "melikuidasi" permasalahan Palestina," sambungnya, seperti dilansir Arab News pada Kamis (14/3).

AS, dalam laporan HAM globalnya menyebut bahwa Dataran Tinggi Golan, Jalur Gaza dan Tepi Barat bukan wilayah pendudukan Israel, melainkan wilayah yang dikendalikan oleh Israel.

Perubahan semantik lain yang muncul dalam laporan tahun, yang kembali muncul lagi tahun ini, dengan bagian berjudul "Israel, Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat dan Gaza," alih-alih judul "Israel dan Wilayah Pendudukan" yang dipakai sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri AS bersikeras bahwa perbedaan kata-kata itu tidak berarti perubahan kebijakan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak