Profil Nikki Haley, Bakal Capres Gagal AS yang Tulis ‘Habisi Mereka’ di Peluru Artileri Israel

Kamis, 30 Mei 2024 - 15:05 WIB
loading...
Profil Nikki Haley,...
Nikki Haley, bakal capres gagal AS yang tulis ‘Habisi Mereka’ di peluru artileri Israel penghancur Gaza. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Sosok Nikki Haley tengah menuai kecaman banyak pihak setelah menulis pesan “Finish Them!” atau “Habis Mereka!” di peluru artileri Israel yang digunakan untuk menghancurkan Jalur Gaza, Palestina.

Haley melakukan ketika berkunjung ke pos militer Israel pada Selasa lalu. Tindakan tersebut memicu kecaman banyak pihak, termasuk tokoh Yahudi dan Amerika Serikat (AS).

Dalam gambar yang viral di media social, Haley terlihat berjongkok di depan peluru artileri Israel sambil menulis dengan spidol. Foto yang dibagikan oleh diplomat Israel, Danny Danon, tersebut memperlihatkan pesan yang ditandatangani Haley: "Habisi Mereka! – Amerika (Cinta) Israel, Selalu."

Baca Juga: Nikki Haley Dinilai Bejat usai Tulis 'Habisi Mereka' pada Bom Israel Penghancur Gaza


Profil Nikki Haley


Nikki Haley merupakan salah seorang politikus dan diplomat Amerika Serikat (AS). Dia pernah menjadi Gubernur South Carolina periode 2011-2017.

Haley lahir di Bamberg, South Carolina, pada 20 Januari 1972. Saat ini, usianya sudah menginjak 52 tahun.

Berasal dari keluarga imigran India, Haley dibesarkan di South Carolina. Dia pernah menamatkan pendidikan dari Clemson University dengan gelar sarjana akuntansi.

Awalnya, Haley tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang diplomat atau politikus. Setelah lulus kuliah, dia sempat melanjutkan bisnis keluarga.

Namun, seiring waktu, pendiriannya berubah. Beberapa waktu setelah menikah, Haley memutuskan masuk politik dan meraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) negara bagian setempat pada 2004.

Pada 2010, Haley maju sebagai calon gubernur South Carolina. Dia menang dan mencatat sejarah sebagai wanita dan orang minoritas etnis pertama yang menjadi gubernur.

Sepanjang masa jabatannya, South Carolina terlihat cukup stabil. Kepemimpinannya pun berlanjut setelah terpilih kembali pada 2014.

Kariernya semakin moncer ketika ditunjuk menjadi Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk PBB pada 2017. Pencapaian ini membuat Haley menjadi orang Amerika keturunan India pertama yang bertugas di kabinet kepresidenan.

Sebagai Dubes untuk PBB, Haley dikenal vokal terhadap permasalahan di Timur Tengah, terutama soal Iran yang mengejar program nuklir. Namun, dia memilih mundur pada Oktober 2018 karena alasan tertentu.

Pada penjaringan kandidat untuk pemilihan presiden (pilpres) AS 2024, Haley awalnya menjadi salah satu bakal calon presiden (capres) yang akan maju mewakili Partai Republik. Namun, dia masih kalah dari dari mantan bosnya; Donald Trump.

Haley telah lama dikenal sebagai pendukung Israel. Dia tak pernah segan untuk menunjukan bukti-bukti dukungannya kepada negara Yahudi tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved