Mengapa Gaza Jadi Ujian Persatuan bagi Liga Arab?
Kamis, 30 Mei 2024 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Komunike terakhir telah dibuat, namun tidak ada klausul yang dapat memaksa diakhirinya perang, setelah satu bulan berlalu.
Meskipun demikian, para analis mengatakan KTT gabungan tersebut masih berhasil menyampaikan pesan dan peringatan penting kepada Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat.
Baca Juga: 4 Dampak bagi Negara Sekutu AS yang Mendukung Kemerdekaan Palestina
![Mengapa Gaza Jadi Ujian Persatuan bagi Liga Arab?]()
Foto/AP
Pada saat itu, Aziz Alghashian, seorang analis Saudi yang meneliti hubungan Riyadh dengan Israel, mengatakan : “Saya pikir konsensusnya adalah bahwa ini lebih merupakan simbolisme, narasi dan diplomasi.”
Namun enam bulan kemudian, di Bahrain, tampaknya para diplomat Arab berupaya untuk tidak hanya sekedar kata-kata dan peringatan.
Salah satu klausul yang akan dimasukkan dalam komunike akhir, yang disebut Deklarasi Bahrain, adalah seruan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel dengan tujuan mencapai solusi dua negara yang selama ini sulit dicapai.
Seorang diplomat Bahrain mengatakan bahwa negaranya sadar bahwa menghidupkan kembali proses tersebut melalui konferensi perdamaian lainnya akan menjadi “bukan prestasi kecil”.
Meskipun demikian, para analis mengatakan KTT gabungan tersebut masih berhasil menyampaikan pesan dan peringatan penting kepada Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat.
Baca Juga: 4 Dampak bagi Negara Sekutu AS yang Mendukung Kemerdekaan Palestina
Masih Hanya Narasi dan Simbolisme

Foto/AP
Pada saat itu, Aziz Alghashian, seorang analis Saudi yang meneliti hubungan Riyadh dengan Israel, mengatakan : “Saya pikir konsensusnya adalah bahwa ini lebih merupakan simbolisme, narasi dan diplomasi.”
Namun enam bulan kemudian, di Bahrain, tampaknya para diplomat Arab berupaya untuk tidak hanya sekedar kata-kata dan peringatan.
Salah satu klausul yang akan dimasukkan dalam komunike akhir, yang disebut Deklarasi Bahrain, adalah seruan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel dengan tujuan mencapai solusi dua negara yang selama ini sulit dicapai.
Seorang diplomat Bahrain mengatakan bahwa negaranya sadar bahwa menghidupkan kembali proses tersebut melalui konferensi perdamaian lainnya akan menjadi “bukan prestasi kecil”.
Lihat Juga :