Israel Kesal pada Jerman karena Nyatakan Akan Tangkap Netanyahu

Senin, 27 Mei 2024 - 07:29 WIB
loading...
Israel Kesal pada Jerman...
Israel kesal pada Jerman karena menyatakan akan menangkap PM Benjamin Netanyahu jika diperintahkan ICC terkait kejahatan perang di Gaza. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Rezim Zionis Israel menyampaikan kekesalannya pada sekutunya, Jerman, setelah Berlin menyatakan akan menangkap Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Sikap Jerman itu sebagai respons atas keputusan Kepala Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan yang minta pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza, Palestina.

“Saya cukup dewasa untuk mengingat pemimpin Jerman yang datang ke sini beberapa hari setelah 7 Oktober, dan menyatakan Hamas adalah Nazi baru. Mereka berupaya melakukan genosida terhadap orang-orang Yahudi. Banyak orang di dunia perlu memeriksa pedoman moral mereka dan berada di sisi sejarah yang benar,” kata juru bicara PM Netanyahu, Avi Hyman, kepada Fox News Digital, yang dilansir Senin (27/5/2024).

Baca Juga: Jerman Siap Patuhi ICC Jika Perintahkan Penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu

Juru bicara Kanselir Jerman Olaf Sholz, Steffen Hebestreit, mengatakan pada Rabu pekan lalu—sebagai tanggapan terhadap pertanyaan apakah pemerintah Jerman akan melaksanakan perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang selama upaya Israel untuk mengalahkan Hamas di Jalur Gaza—: “Tentu saja. Ya, kami mematuhi hukum."

Juru bicara pemerintah Israel, Tal Heinrich, dengan tajam mengkritik pegawai Jerman Michael Blume yang dia tuduh antisemitisme. Blume, dalam komentarnya kepada Jerusalem Post, menyalahkan Israel atas meningkatnya antisemitisme di Jerman.

Blume, yang bertugas memerangi antisemitisme di negara bagian Baden-Württemberg, Jerman, mengatakan kepada DPA pada Jumat lalu bahwa pemerintah Israel bertanggung jawab atas antisemitisme karena upayanya untuk membasmi Hamas.

“Kami jelas melihat bahwa antisemitisme terkait Israel meningkat tajam,” katanya.

“Ekstremis sayap kanan dari Israel, Amerika Serikat dan Eropa, tetapi juga pemerintahan Netanyahu, menggunakan tuduhan antisemitisme dengan cara yang bersifat inflasi dan mengeksploitasinya—itu tidak membantu kita sama sekali jika kami ingin melawan antisemitisme dengan jujur,” paparnya.

Sekadar diketahui, Kepala Jaksa ICC Karim Khan sudah meminta pengadilan internasional tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza, Palestina. Selain Netanyahu, ICC juga membidik Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Kendati demikian, Khan juga minta surat perintah penangkapan ditujukan untuk tiga petinggi Hamas—Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar, serta Panglima Brigade al-Qassam Mohammed Diab al-Masri (dikenal sebagai Mohammed al-Deif).

“Hari ini saya mengajukan permohonan surat perintah penangkapan di hadapan Pra-Peradilan Kamar I Pengadilan Kriminal Internasional dalam Situasi di Negara Palestina," kata Khan dalam sebuah pernyataan Senin pekan lalu.

“Netanyahu dan Gallant memikul tanggung jawab pidana atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di wilayah Negara Palestina (di jalur Gaza) setidaknya sejak tanggal 8 Oktober 2023," lanjut Khan.

Kejahatan perang yang terdaftar termasuk membuat warga sipil kelaparan sebagai metode peperangan, dengan sengaja mengarahkan serangan terhadap penduduk sipil, pemusnahan dan/atau pembunuhan...termasuk dalam konteks kematian akibat kelaparan, serta penganiayaan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kantor saya menyampaikan bahwa bukti yang kami kumpulkan, termasuk wawancara dengan para penyintas dan saksi mata, materi video, foto dan audio yang diautentikasi, citra satelit dan pernyataan dari kelompok yang diduga pelaku, menunjukkan bahwa Israel telah dengan sengaja dan sistematis merampas penduduk sipil di seluruh wilayah Gaza,” imbuh Khan.

“Hal ini terjadi melalui penerapan pengepungan total atas Gaza,” jelas Khan.

"Yang merupakan bagian dari rencana bersama untuk menggunakan kelaparan sebagai metode perang dan tindakan kekerasan lainnya terhadap penduduk sipil Gaza," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved