alexametrics

Lahir 9,4 Ons, Bayi Laki-laki Terkecil di Dunia Bertahan Hidup

loading...
Lahir 9,4 Ons, Bayi Laki-laki Terkecil di Dunia Bertahan Hidup
Bayi laki-laki terkecil di dunia saat dilahirkan di sebuah rumah sakit di Jepang. Foto/REUTERS
A+ A-
TOKYO - Seorang bayi di Tokyo, Jepang, yang lahir dengan berat 9,4 ons dianggap sebagai bayi laki-laki terkecil di dunia. Setelah beberapa bulan dirawat di inkubator rumah sakit (RS), bayi ini mampu bertahan hidup dan kini sudah diperbolehkan meninggalkan RS.

Kemampuan bertahan hidup bayi laki-laki ini membuat sejarah medis. Dia dilahirkan saat usianya 24 minggu setelah operasi sesar darurat pada Agustus lalu. Dia dilahirkan setelah berhenti tumbuh di dalam rahim dan dokter khawatir hidupnya mungkin dalam bahaya.

Bayi tersebut sangat kecil saat dilahirkan. Ukuran tubuhnya bahkan bisa muat di tangan orang dewasa yang ditangkupkan.



Setelah dokter di Rumah Sakit Keio mengatur pernapasan dan nutrisi selama beberapa bulan, bayi terkecil di dunia itu tumbuh dan berartnya bertambah jadi 7 pound. Dia tumbuh sehat dan kini bisa disusui.

Dia meninggalkan rumah sakit Rabu lalu. Kini, dokter anak yang merawat bayi tersebut berharap kasus ini akan memberi harapan kepada keluarga bayi prematur lainnya.

"Saya ingin orang-orang tahu bahwa bayi dapat kembali ke rumah dengan penuh semangat walaupun mereka dilahirkan kecil," kata Dr Takeshi Arimitsu yang merawat bayi terkecil di dunia itu, kepada Kyodo News, yang dilansir Kamis (28/2/2019).

Rekor bayi terkecil di dunia sebelumnya dipegang oleh seorang bayi laki-laki yang lahir di Jerman pada tahun 2009, dengan berat 274g (9,7 ons). Sedangkan bayi perempuan terkecil dilahirkan di Jerman dengan berat 252g (8,9 ons) pada 2015.

Menurut situs Tiniest Babies Registry, hanya 23 bayi di dunia yang berhasil selamat setelah dilahirkan prematur dan beratnya di bawah 300g.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak