Militer Taiwan Siaga Tinggi karena Dikepung Kapal dan Jet-jet Tempur China

Jum'at, 24 Mei 2024 - 06:17 WIB
loading...
Militer Taiwan Siaga...
Militer Taiwan siaga tinggi setelah pulau tersebut dikepung kapal militer dan jet-jet tempur China dalam latihan perang. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Taiwan telah mengerahkan jet tempur dan menempatkan pasukan Angkatan Laut dan Angkatan Darat-nya dalam siaga tinggi sebagai respons atas latihan perang China yang mengepung pulau itu dengan kapal-kapal Angkatan Laut dan puluhan jet tempur.

Beijing mengeklaim latihan perang digelar sebagai hukuman untuk Taipei karena “tindakan separatis” setelah pelantikan presiden yang anti-China, Lai Ching-te, pada hari Senin.

China hingga kini masih menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang. Namun, Taiwan menolak klaim China tersebut.

“Kami tidak mencari konflik, namun kami tidak akan menghindari konflik untuk memastikan keamanan negara kami dan melindungi tanah air kami yang indah,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, yang dilansir AP, Jumat (24/5/2024).

Baca Juga: China Kepung Taiwan dengan Kapal Perang dan Jet-jet Tempur, Klaim sebagai Hukuman

Kementerian tersebut mengutuk Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China karena melancarkan latihan perang selama dua hari di sekitar Taiwan, sebuah tindakan yang disebutnya sebagai “provokasi yang tidak rasional.”

Perselisihan terbaru antara Beijing dan Taipei terjadi tiga hari setelah presiden terpilih Lai Ching-te menyerukan, dalam pidato pelantikannya, agar China menghentikan intimidasi politik dan militer terhadap Taiwan.

Para pejabat China telah mencap Lai sebagai “separatis berbahaya” dan berjanji untuk menundukkan Taiwan—dengan kekerasan jika perlu.

Komando Teater Timur PLA mengatakan latihan perang terbarunya di sekitar Taiwan dimaksudkan untuk menguji kemampuan unit-unitnya.

“Ini juga merupakan hukuman berat bagi pasukan separatis yang menginginkan kemerdekaan, dan peringatan serius bagi kekuatan eksternal yang melakukan campur tangan dan provokasi,” kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan.

Peta yang dirilis oleh PLA menunjukkan lima area tempat diadakannya latihan yang disebut “Joint Sword-2024A”. Titik-titik tersebut mengepung pulau utama Taiwan, serta beberapa pulau terpencil.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan 49 pesawat PLA China terlihat beroperasi di wilayah tersebut pada Kamis pagi, termasuk 35 pesawat melintasi garis median Selat Taiwan menuju Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taipei.

“Kami memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk menjamin keamanan kami dan mempertahankan kedaulatan kami,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan.

“Pada saat yang sama, kami menyerukan komunitas internasional untuk mengutuk latihan PLA. Dalih untuk melakukan latihan militer tidak hanya tidak memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, tetapi juga menunjukkan sifat hegemonik [Beijing],” imbuh kementerian tersebut.

Lai mengunjungi pangkalan laut di Taoyuan, selatan Taipei, pada hari Kamis. “Menghadapi tantangan dan ancaman abadi, kami akan terus menjaga nilai-nilai kebebasan dan demokrasi,” katanya kepada para pelaut dan pejabat pertahanan.

Letnan Jenderal Korps Marinir Amerika Serikat (AS) Stephen Sklenka, wakil komandan pasukan Indo-Pasifik Washington, mengatakan China telah mempraktikkan manuver yang dapat dilakukan terhadap Taiwan setidaknya sejak tahun lalu.

“PLA terus melakukan elemen penting dalam potensi invasi militer ke Taiwan,” katanya dalam pidato di National Press Club Australia di Canberra.

Dia menyerukan Australia dan negara-negara lain di kawasan untuk mengutuk perilaku China tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan latihan terbaru ini, yang disebutnya sebagai tindakan keras terhadap pasukan separatis, adalah “langkah yang diperlukan dan sah untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah.”

“Siapa pun yang menginginkan kemerdekaan Taiwan akan hancur oleh tren bersejarah reunifikasi total China,” katanya.

Wang juga mendesak AS untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved