Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta
Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Pada Selasa malam, pengunjuk rasa anti-pemerintah memenuhi alun-alun pusat di Bamako untuk menghibur para pemberontak saat mereka masuk dengan kendaraan militer.
Namun Ibu Kota Mali itu jauh lebih tenang pada Rabu pagi, dengan sedikit warga sipil di jalan-jalan sebagian besar toko di satu daerah pemukiman masih tutup di tengah bukti penjarahan semalam.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan warga Mali berlarian tanpa pemeriksaan melalui kompleks mewah di kota, termasuk properti yang diidentifikasi sebagai milik Menteri Kehakiman Kassoum Tapo dan putra Keita, Karim. Belum memungkinkan bagi Reuters untuk mengautentikasi rekaman tersebut.
Mali yang terkurung daratan telah berjuang untuk mendapatkan kembali stabilitas sejak pemberontakan Tuareg pada tahun 2012 yang dibajak oleh militan Islam yang terkait dengan al-Qaeda, dan kudeta berikutnya di ibu kota membuat negara itu menjadi kacau balau.
Keita (75) berkuasa pada 2013 setelah kudeta Bamako yang menjanjikan perdamaian dan stabilitas serta memerangi korupsi. Dia memenangkan pemilu untuk masa jabatan lima tahun kedua pada 2018.
Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita mengundurkan diri dan membubarkan parlemen pada Selasa malam beberapa jam setelah pemberontak menahannya di bawah todongan senjata, menjerumuskan negara yang sudah menghadapi pemberontakan jihadis dan protes massa lebih dalam ke dalam krisis. (Baca: Disandera dan Ditodong Senjata, Presiden Mali Mengundurkan Diri )
Namun Ibu Kota Mali itu jauh lebih tenang pada Rabu pagi, dengan sedikit warga sipil di jalan-jalan sebagian besar toko di satu daerah pemukiman masih tutup di tengah bukti penjarahan semalam.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan warga Mali berlarian tanpa pemeriksaan melalui kompleks mewah di kota, termasuk properti yang diidentifikasi sebagai milik Menteri Kehakiman Kassoum Tapo dan putra Keita, Karim. Belum memungkinkan bagi Reuters untuk mengautentikasi rekaman tersebut.
Mali yang terkurung daratan telah berjuang untuk mendapatkan kembali stabilitas sejak pemberontakan Tuareg pada tahun 2012 yang dibajak oleh militan Islam yang terkait dengan al-Qaeda, dan kudeta berikutnya di ibu kota membuat negara itu menjadi kacau balau.
Keita (75) berkuasa pada 2013 setelah kudeta Bamako yang menjanjikan perdamaian dan stabilitas serta memerangi korupsi. Dia memenangkan pemilu untuk masa jabatan lima tahun kedua pada 2018.
Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita mengundurkan diri dan membubarkan parlemen pada Selasa malam beberapa jam setelah pemberontak menahannya di bawah todongan senjata, menjerumuskan negara yang sudah menghadapi pemberontakan jihadis dan protes massa lebih dalam ke dalam krisis. (Baca: Disandera dan Ditodong Senjata, Presiden Mali Mengundurkan Diri )
Lihat Juga :