Pemicu Kerusuhan di Kaledonia Baru, dari Status Kemerdekaan hingga Perebutan Nikel

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Lonjakan harga terjadi pada saat Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris mengatakan dalam sebuah laporan bahwa mungkin ada kekurangan pasokan bahan-bahan penting di masa depan – termasuk nikel – yang disebabkan oleh pertumbuhan permintaan kendaraan listrik yang “cepat”, penutupan tambang, dan melambatnya investasi.

“Tingginya harga nikel akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap konsumen,” kata Lawrence Loh, profesor strategi dan kebijakan di National University of Singapore Business School. “Kami memperkirakan adanya efek tetesan ke bawah (trickle-down effect) pada kenaikan harga banyak barang konsumen yang akan menyebabkan tekanan inflasi yang lebih luas.”

Tambang dan Kekerasan Sangat Berkaitan

Pemicu Kerusuhan di Kaledonia Baru, dari Status Kemerdekaan hingga Perebutan Nikel

Foto/AP

Meskipun lonjakan tajam harga komoditas mengganggu industri, industri nikel di Kaledonia Baru sudah berada dalam masalah bahkan sebelum krisis politik karena penurunan harga nikel global sebesar 45% pada tahun lalu.

Hal ini memukul perekonomian yang bergantung pada industri nikel. Industri pertambangan di Kaledonia Baru kesulitan bersaing dengan Indonesia, produsen nikel terbesar di dunia, karena pembatasan ekspor selama beberapa dekade dan tingginya biaya energi yang menjadikan nikel di Kaledonia lebih mahal dan kurang menguntungkan untuk diproduksi.

“Industri nikel pasti terkait dengan perdebatan kemerdekaan di Kaledonia Baru,” kata Ferns. “Penurunan harga nikel dalam beberapa tahun terakhir telah memperburuk masalah ekonomi di Kaledonia Baru, yang kemudian dapat dikaitkan dengan beberapa faktor yang menyebabkan kerusuhan baru-baru ini.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Hadis-hadis yang Menjelaskan...
Hadis-hadis yang Menjelaskan Tentang Pengikut Dajjal
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved