Tegang dengan Barat, Rusia Memulai Latihan Senjata Nuklir Taktis
Rabu, 22 Mei 2024 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Kremlin merujuk pada pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berulang kali menolak mengesampingkan penempatan pasukan NATO di Ukraina.
Gagasan serupa juga disuarakan oleh pemimpin minoritas DPR Amerika Serikat Hakeem Jeffries.
Mantan perdana menteri Inggris dan sekarang Menteri Luar Negeri; David Cameron, juga baru-baru ini menyatakan bahwa Kyiv memiliki hak untuk menggunakan senjata Inggris untuk menyerang sasaran jauh di dalam wilayah Rusia.
Sebagai tanggapan, Moskow memanggil duta besar Inggris dan memperingatkan kemungkinan tanggapan terhadap serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia kemudian mengatakan bahwa latihan nuklir taktis harus dilihat sebagai upaya untuk “mendinginkan kemarahan” di Barat di tengah pernyataan yang bermusuhan dan tindakan yang mengganggu stabilitas negara-negara NATO.
Distrik Militer Selatan tempat latihan tersebut berlangsung mencakup bagian selatan Rusia Eropa, sebagian besar terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, dan terdiri dari total 19 wilayah, termasuk Crimea dan empat bekas wilayah Ukraina yang bergabung dengan Rusia pada musim gugur 2022.
Gagasan serupa juga disuarakan oleh pemimpin minoritas DPR Amerika Serikat Hakeem Jeffries.
Mantan perdana menteri Inggris dan sekarang Menteri Luar Negeri; David Cameron, juga baru-baru ini menyatakan bahwa Kyiv memiliki hak untuk menggunakan senjata Inggris untuk menyerang sasaran jauh di dalam wilayah Rusia.
Sebagai tanggapan, Moskow memanggil duta besar Inggris dan memperingatkan kemungkinan tanggapan terhadap serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia kemudian mengatakan bahwa latihan nuklir taktis harus dilihat sebagai upaya untuk “mendinginkan kemarahan” di Barat di tengah pernyataan yang bermusuhan dan tindakan yang mengganggu stabilitas negara-negara NATO.
Distrik Militer Selatan tempat latihan tersebut berlangsung mencakup bagian selatan Rusia Eropa, sebagian besar terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, dan terdiri dari total 19 wilayah, termasuk Crimea dan empat bekas wilayah Ukraina yang bergabung dengan Rusia pada musim gugur 2022.
(mas)
Lihat Juga :