Terungkap, AS Takut Perang Dunia III Gara-gara Kematian Presiden Iran

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:29 WIB
loading...
Terungkap, AS Takut...
Rakyat Iran berduka atas meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter. AS sempat takut kematian Raisi akan memicu Perang Dunia III. Foto/AP Photo/Vahid Salemi
A A A
WASHINGTON - Ada rasa takut di kalangan pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) bahwa kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dapat memicu Perang Dunia III.

Itu diungkap Politico dalam laporannya, yang menyatakan ada kekhawatiran bahwa Teheran akan menyalahkan Amerika dan Israel atas insiden tragis yang dialami Raisi.

Helikopter yang membawa Raisi dan rombongan, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian, jatuh pada hari Minggu di provinsi Azerbaijan Timur di barat laut Iran. Sang presiden baru saja kembali dari pertemuan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev setelah mereka meresmikan proyek bendungan besar di perbatasan.

Menurut IRNA, helikopter tersebut jatuh karena kegagalan teknis, sementara operasi penyelamatan terhambat oleh kondisi cuaca buruk, termasuk kabut dan hujan.

Baca Juga: AS Belasungkawa atas Meninggalnya Ebrahim Raisi, tapi Sebut Tangannya Berlumuran Darah

Setelah insiden tersebut, menurut laporan Politico, Gedung Putih memantau dengan cermat bagaimana reaksi Iran terhadap kematian Raisi.

Laporan itu menambahkan bahwa para pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan yang signifikan dari Teheran.

Namun, ketika berita kecelakaan helikopter itu tersiar, para pejabat AS menghabiskan hari Minggu dengan cemas menunggu kabar terbaru mengenai situasi tersebut.

Masih menurut laporan Politico, Rabu (22/5/2024) mereka menunggu untuk melihat apakah Iran akan menuduh Israel atau Amerika melakukan sabotase terhadap helikopter tersebut, meskipun tidak ada yang menunjukkan hal tersebut.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada outlet tersebut: “Untuk sementara waktu, ini bukanlah pertanyaan gila untuk ditanyakan ‘Apakah ini awal mula Perang Dunia III?'."

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan negaranya tidak terlibat dalam insiden maut yang dialami Raisi.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan meskipun hubungan sangat tegang dengan Iran, Washington menyampaikan “belasungkawa resmi” dan bersedia membantu Teheran dalam operasi pencarian.

Mengacu pada kecelakaan itu, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters: “Bukan kami yang melakukannya."

Namun, ketua partai oposisi Israel Yisrael Beytenu, Avigdor Liberman, menyatakan: "Israel tidak akan menangis atas kematian Raisi."

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber kini menjabat sebagai presiden, dengan pemilihan cepat yang dijadwalkan pada 28 Juni.

Kementerian Luar Negeri di Teheran menegaskan kematian Raisi dan Amir-Abdollahian tidak akan mengganggu kebijakan internasional Iran.

Ketegangan antara Israel dan Iran, yang merupakan musuh bebuyutan selama beberapa dekade, meningkat bulan lalu ketika Teheran menuduh Tel Aviv membunuh beberapa perwira senior militer Iran dalam serangan terhadap konsulatnya di Suriah.

Pada hari-hari berikutnya, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap negara Yahudi tersebut, yang melibatkan ratusan rudal dan drone kamikaze.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved