alexametrics

Ketegangan Meningkat, Pakistan Panggil Pulang Dubes di India

loading...
Ketegangan Meningkat, Pakistan Panggil Pulang Dubes di India
Pemanggilan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara dua negara, pasca serangan bom bunuh diri di Kashmir yang tewaskan 44 polisi paramiliter India. Foto/Istimewa
A+ A-
ISLAMABAD - Pakistan dilaporkan telah memanggil Duta Besarnya di New Delhi, India untuk konsultasi. Pemanggilan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan India, pasca serangan bom bunuh diri di wilayah Kashmir yang disengketakan yang menewaskan 44 polisi paramiliter India.

"Kami telah memanggil kembali Komisaris Tinggi kami di India untuk berkonsultasi. Dia meninggalkan New Delhi pagi ini," kata juru bicara Kantor Luar Negeri Pakistan,Mohammad Faisal seperti dilansir Reuters pada Senin (18/2).

India sendiri telah terlebih dahulu memanggil Duta Besarnya di Islamabad. New Delhi memanggil kepala perwakilan mereka itu pada pekan lalu untuk membahas hubungan Pakistan, setelah serangan bom bunuh diri. India mengatakan, Pakistan ikut andil dalam serangan itu, yang dibantah Islamabad.



Sementara itu, setelah serangan bom bunuh diri warga Kashmir yang tinggal di India menghadapi pengusiran dari tempat tinggalnya, pemecatan kerja, dan serangan di media sosial.

Kelompok Jaish-e-Mohammad mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan pria Kashmir berusia 20 tahun. Saat jasad para korban dikembalikan ke keluarganya di penjuru India pada akhir pekan ini, sejumlah orang menggelar unjuk rasa dan menuntut balas atas serangan bom itu.

Warga Muslim Kashmir pun menghadapi berbagai tekanan dari warga mayoritas India, terutama di negara bagian Haryana dan Uttarakhand. Ketegangan komunal itu memaksa Kementerian Dalam Negeri India mengeluarkan imbauan ke semua negara bagian untuk menjamin keamanan dan keselamatan serta menjaga harmoni komunal.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak