Serangan Israel Menggila, Rumah Sakit Rafah Bersiap Terima Gelombang Besar Korban

Sabtu, 18 Mei 2024 - 14:05 WIB
loading...
Serangan Israel Menggila,...
Warga Palestina tiba di Rumah Sakit Kuwait di kota Rafah untuk menerima perawatan, 15 Desember 2023. Foto/CFP
A A A
RAFAH - Rumah Sakit Khusus Kuwait adalah salah satu dari sedikit tempat di Rafah yang dapat dijadikan tempat perawatan oleh orang-orang yang terluka atau sekarat.

Meski demikian, peran tersebut akan mendapat tekanan yang tak tertahankan jika Israel melancarkan serangan besar-besaran ke kota Gaza selatan, menurut para dokter di sana pada Reuters.

Pasukan Israel akan menyerang Rafah secara besar-besaran hingga dapat mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar di daerah yang menjadi tempat perlindungan terakhir pengungsi.

Staf di Rumah Sakit Khusus tersebut khawatir serangan semacam itu akan mengakibatkan banyaknya pasien baru yang akan membebani dokter yang kelelahan, yang sudah mengeluhkan kekurangan obat-obatan dan peralatan yang memadai.

“Kami telah berada di sini sejak awal perang hingga sekarang, dan saya berharap mereka tidak menargetkan kami, mereka tidak mengancam kami,” ujar dokter Jamal Al-Hams.

“Saya berharap seluruh tim medis akan terus memberikan layanannya kepada mereka yang terluka, kepada pasien yang sakit kritis, kepada orang-orang yang memiliki penyakit kronis,” papar dia.

Saat ambulans berada di gerbang rumah sakit, gumpalan asap membubung ke udara di dekatnya.

Sistem medis di Gaza hampir runtuh akibat pemboman Israel setelah serangan pimpinan Hamas terhadap negara tersebut pada tanggal 7 Oktober ketika orang-orang bersenjata menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.

Israel telah membunuh lebih dari 35.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 75.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Dokter mengeluh bahwa mereka harus melakukan operasi, termasuk amputasi, tanpa anestesi atau obat penghilang rasa sakit.

Kecemasan dan Trauma


Warga Palestina, Abdelilah Farhat, pasien di rumah sakit tersebut, mengatakan dia selamat dari kematian saat dia keluar mencari toko kelontong yang buka.

“Alhamdulillah, Allah sudah menakdirkan bahwa saya akan terluka, dan Dia menyelamatkan saya. Roket itu jatuh hanya satu meter dari seorang pria,” papar dia.

“Mereka (Israel) menjatuhkan roket ke warga sipil yang sedang berjalan, mereka hanya mencari makanan untuk dimakan,” ungkap dia.

Para saksi dan profesional medis mengatakan pasukan Israel telah menyerang rumah sakit, memblokade rumah sakit tersebut dan membunuh dokter serta warga sipil lainnya di sana.

Penutupan Penyeberangan Rafah antara Gaza selatan dan Mesir telah memperdalam kecemasan dan trauma bagi pasien yang sangat membutuhkan pertolongan medis di luar negeri.

Rafah telah menjadi saluran utama bagi bantuan kemanusiaan untuk memasuki daerah kantong tersebut, jalur pasokan medis dan titik keluar bagi para pengungsi medis yang mencari perawatan di luar wilayah yang terkepung.

Israel mengatakan, pada 7 Mei, mereka telah mengambil kendali operasional atas Penyeberangan tersebut, dan bersumpah mereka tidak akan berkompromi dalam mencegah Hamas mempunyai peran di masa depan di sana.

“Persediaan medis terakhir yang kami dapatkan di Gaza adalah sebelum 6 Mei,” ujar juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic pada konferensi pers PBB pada hari Jumat.

“Kami tidak punya bahan bakar; kami memiliki rumah sakit yang berada di bawah perintah evakuasi; kami menghadapi situasi di mana kami tidak dapat bergerak secara fisik,” ungkap dia.

Baca juga: Houthi Tembak Jatuh Drone Reaper AS Lainnya, Gunakan Rudal Murah Buatan Sendiri
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved