Pertama Kalinya, Staf Yahudi Pemerintah Biden Mundur karena AS Dukung Perang Israel di Gaza

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:22 WIB
loading...
A A A
Dia adalah orang kedua yang ditunjuk secara politik untuk melakukan hal tersebut, setelah seorang pejabat Departemen Pendidikan keturunan Palestina mengundurkan diri pada bulan Januari.

Surat pengunduran dirinya menggambarkan kegembiraannya bergabung dengan pemerintahan yang dia yakini memiliki visi yang sama dengan negaranya. “Namun, dengan hati nurani saya tidak dapat lagi mewakili pemerintahan ini,” tulisnya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (16/5/2024).

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, Call menunjuk pada komentar Biden, termasuk pada acara Hanukkah Gedung Putih di mana dia mengatakan: “Jika tidak ada Israel, tidak akan ada seorang Yahudi di dunia yang aman” dan pada sebuah acara di Peringatan Holocaust di Washington minggu lalu di mana dia mengatakan serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang didorong oleh “keinginan kuno untuk memusnahkan orang-orang Yahudi”.

“Dia menjadikan orang-orang Yahudi sebagai wajah mesin perang Amerika. Dan itu sangat salah,” katanya, seraya menyebutkan bahwa nenek moyangnya dibunuh oleh “kekerasan yang disponsori negara”.

Serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel, menurut klaim Zionis. Sedangkan invasi brutal militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 35.000 warga Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved