alexametrics

Netanyahu-Putin Akan Bertemu Perdana sejak Tragedi Pesawat Rusia

loading...
Netanyahu-Putin Akan Bertemu Perdana sejak Tragedi Pesawat Rusia
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan perjalanan ke Moskow akhir bulan ini untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jika terealisasi, itu akan menjadi pertemuan formal perdana sejak Moskow menyalahkan Tel Aviv atas jatuhnya pesawat militer Rusia di Suriah tahun lalu.

Netanyahu mengatakan dia akan terbang ke Moskow pada 21 Februari 2019 untuk pembicaraan yang difokuskan pada upaya Iran untuk membangun kehadiran militernya di Suriah.

Dia membuat pengumuman itu selama konferensi pers dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen.



Kantor Netanyahu mengatakan para pemimpin Israel dan Rusia juga akan membahas masalah regional dan meningkatkan koordinasi keamanan antara militer kedua negara di Suriah.

Moskow belum mengonfirmasi soal rencana pertemuan Putin dengan Netanyahu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan ada pertemuan tiga pihak antara Putin, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 14 Februari di Sochi. Peskov mengatakan topik pertemuan ketiga pemimpin itu masih soal krisis Suriah.

Netanyahu telah berkali-kali bertemu dengan Putin sejak intervensi militer Rusia di Suriah dimulai tahun 2015. Kontak keduanya terhenti sejak insiden jatuhnya pesawat mata-mata militer Moskow, September 2018.

Israel mengatakan pihaknya telah melakukan ratusan serangan udara selama waktu itu terhadap target yang terkait Iran sebagai bagian dari kampanye untuk mencegah Teheran membangun kehadiran militernya di Suriah.

"Dalam banyak hal kami telah memblokir kemajuan itu, tetapi kami berkomitmen untuk terus memblokirnya, terus-menerus mencegah Iran menciptakan front perang melawan kami di sini di seberang Dataran Tinggi Golan," kata Netanyahu dalam konferensi pers dengan Van der Bellen, dikutip Haaretz, Rabu (6/2/2019).

Pada bulan September, sistem pertahanan udara S-200 Suriah secara tak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata militer Rusia ketika sistem pertahanan itu merespons serangan jet-jet tempur Israel di Latakia. Insiden jatuhnya pesawat Moskow itu menewaskan 15 tentara Rusia.

Rusia, yang bersekutu dengan Damaskus, menyalahkan militer Israel atas insiden itu. Namun, Tel Aviv menolak disalahkan. Sebagai respons, Moskow kemudian memasok sistem pertahanan udara S-300 kepada militer Suriah.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak