Luncurkan Serangan Darat Kejutan, Rusia Rebut 5 Desa di Ukraina

Minggu, 12 Mei 2024 - 08:50 WIB
loading...
A A A
“Penting bagi mitra kami untuk mendukung tentara kami dan ketahanan Ukraina dengan pengiriman yang tepat waktu—benar-benar tepat waktu,” imbuh dia.

“Paket yang sangat membantu adalah senjata yang dibawa ke Ukraina, bukan hanya yang diumumkan.”

Pasukan Ukraina telah melipatgandakan serangan di wilayah Rusia dan wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, khususnya terhadap infrastruktur energi.

Juga pada hari Sabtu, serangan rudal menewaskan tiga orang ketika menghantam sebuah restoran bernama Paradise di kota Donetsk, Ukraina timur yang dikuasai Rusia.

Serangan yang menggunakan peluncur roket presisi HIMARS Amerika Serikat menewaskan dua pengunjung dan seorang pekerja restoran serta melukai sembilan orang, kata pejabat dari pemerintahan yang didukung Rusia.

Para pejabat di Kyiv telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa Moskow mungkin akan mencoba menyerang wilayah perbatasan timur lautnya, sehingga meningkatkan keuntungannya ketika Ukraina berjuang mengatasi keterlambatan bantuan Barat dan kekurangan personel tempur.

Militer Ukraina mengatakan pihaknya telah mengerahkan unit cadangan "untuk memperkuat pertahanan di wilayah garis depan".

Pakar militer Olivier Kempf mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa operasi darat Rusia kemungkinan besar ditujukan untuk menciptakan zona penyangga di dekat wilayah Belgorod, yang baru-baru ini digerebek oleh unit pro-Ukraina, atau mengalihkan sumber daya Ukraina dari wilayah Donetsk.

“Dua puluh empat jam setelah peluncuran operasi, tampaknya tidak ada serangan besar-besaran,” kata Kempf, pakar di Foundation for Strategic Research—sebuah think tank Prancis.

Washington mengumumkan paket bantuan militer baru senilai USD400 juta untuk Kyiv beberapa jam setelah serangan Rusia dimulai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved