Tentara Pembelot Venezuela Minta Bantuan Senjata kepada Trump

Rabu, 30 Januari 2019 - 07:59 WIB
Tentara Pembelot Venezuela...
Tentara Pembelot Venezuela Minta Bantuan Senjata kepada Trump
A A A
CARACAS - Para tentara Venezuela yang membelot menyerukan pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump untuk mempersenjatai mereka, dalam apa yang mereka sebut sebagai pencarian untuk kebebasan.

Mantan tentara Carlos Guillen Martinez dan Josue Hidalgo Azuaje, yang tinggal di luar negeri, mengatakan bahwa mereka ingin bantuan militer AS untuk mempersenjatai warga Venezuela yang terkepung. Mereka mengklaim telah melakukan kontak dengan ratusan pembelot yang berkeinginan dan telah meminta tentara Venezuela untuk memberontak melawan rezim Maduro , melalui siaran televisi.

"Sebagai tentara Venezuela, kami meminta AS untuk mendukung kami, dalam hal logistik, dengan komunikasi, dengan senjata, sehingga kami dapat mewujudkan kebebasan Venezuela," kata Guillen Martinez.

"Kami tidak mengatakan bahwa kami hanya membutuhkan dukungan AS, tetapi juga Brazil, Kolombia, Peru, semua negara saudara, yang menentang kediktatoran ini," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (30/1/2019).

Para pembelot menunjukkan kepada CNN chat Whatsapp, di mana mereka mengklaim ribuan perwira dan prajurit junior Venezuela yang marah. Mereka mengatakan sedang bekerja untuk menyatukan berbagai faksi yang tidak puas menjadi satu kelompok yang kompak.

Meski begitu, mereka dengan tegas menolak intervensi militer AS yang lebih luas untuk mendukung Guaido.

"Kami tidak ingin pemerintah asing menyerbu negara kami," tegas Hidalgo Azuaje.

"Jika kita membutuhkan serangan, itu harus oleh tentara Venezuela yang benar-benar ingin membebaskan Venezuela," ucapnya.

Tekanan pada militer Venezuela akan meningkat minggu ini, karena pemimpin oposisi Juan Guaido telah menyerukan demonstrasi pada hari Rabu dan Minggu. Oposisi mendorong pengikutnya untuk menekan tentara yang mereka kenal untuk membelot.

CNN mendapat sedikit gambaran tentang kesulitan internal pertikaian di ketentaraan, ketika bertemu dan mendiskusikan gagasan pemberontakan dengan seorang prajurit yang terdaftar di tempat parkir bawah tanah di Caracas. Ia meminta untuk tidak diidentifikasi karena takut akan mendapat hukuman.

"Ada tentara di setiap unit yang bersedia bangkit dengan senjata," katanya kepada CNN.

"Mereka sedang mempersiapkan diri mereka sendiri dan belajar dari kesalahan masa lalu. Mereka menunggu saat yang tepat, sehingga mereka bisa memukul lebih keras sehingga orang merasakannya," ungkapnya.

Ia mengklaim beberapa unit tentara telah memiliki senjata dan amunisi yang hilang dan mungkin diambil untuk membantu memicu pemberontakan.

"Operasi sebelumnya telah gagal karena perwira berpangkat tinggi menentangnya. Mereka masih mengendalikan setiap daerah, dan jika pemberontakan terjadi, itu dengan cepat dinetralkan," katanya.

Dia mengakui pesan yang dikirim oleh pembelot dari luar Venezuela, dan mengatakan mereka "sangat positif."

"Entah bagaimana mereka memberi kami harapan," katanya. "Mereka di luar Venezuela, tetapi memberi makan jiwa kami. Mereka menginspirasi kami dan meningkatkan harga diri militer," tuturnya.

Permintaan ini datang ketika penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton, memperingatkan pemerintah Maduro bahwa kekerasan terhadap oposisi politik Venezuela — atau terhadap pemimpinnya dan presiden yang memproklamirkan sendiri, Juan Guaido — akan menghadapi pembalasan yang keras.

Bolton juga mengimbau militer Venezuela untuk membantu kelancaran transisi kekuasaan dari Maduro ke Guaido, yang diakui AS sebagai kepala negara yang sah.

Sebelumnya, upaya pemberontakan yang dilakukan oleh segelintik militer Venezuela berhasil di padamkan oleh tentara yang loyal kepada Presiden Nicolas Maduro.

Selain itu, Para petinggi militer Venezuela telah menunjukkan kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada Maduro. Mereka telah mendeklarasi dukunganya untuk rezim Maduro yang ditayangkan secara berulang-ulang di televisi pemerintah. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengatakan bahwa tentara Venezuela akan "mati" untuk pemerintah mereka.
(ian)
Berita Terkait
7 Kebijakan Nicolas...
7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
Trump dan Venezuela:...
Trump dan Venezuela: Cermin Ketidakadilan Global
Maduro Nyatakan Siap...
Maduro Nyatakan Siap Duduk Satu Meja dengan Trump
Trump Bantah Keterlibatan...
Trump Bantah Keterlibatan AS dalam Upaya Pembunuhan Maduro
Topeng Hijau Amerika...
Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela
Trump Ungkap Bagaimana...
Trump Ungkap Bagaimana Ia Ingin Kelola Venezuela
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
1 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
1 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
3 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
9 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
10 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
11 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved