Rania Al Abdullah, Istri Raja Yordania yang Mencoba Menempatkan Diri sebagai Ibu Sandera Israel
Kamis, 09 Mei 2024 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, momen tersebut menjadi titik awal yang mengubah hidup Rania. Di sanalah ia pertama kali melihat pangerannya, yakni Abdullah II. Keduanya pun akhirnya menikah pada pada 10 Juni 1993.
Baru-baru ini, Rania Al Abdullah menghadiri wawancara dari CBS. Pada kesempatan tersebut, ia banyak memberikan tanggapan tentang situasi yang terjadi di Palestina.
Pada acara yang bertajuk ‘Face The Nations’ di CBS, Rania menyebut Israel telah mengambil pendekatan salah dalam perangnya melawan Hamas. Tak hanya itu, ia pun turut membela aksi protes anti-Israel di kampus-kampus dunia.
Melihat sekian tanggapan yang disampaikan, ada satu pernyataan menarik dari Ratu Yordania tersebut. Pada salah satu penuturannya, Rania membahas empati yang dirasakan para ibu di Israel ketika melihat anak-anaknya berada di tahanan Hamas.
“Saya menantang diri saya sendiri setiap hari untuk menempatkan diri pada posisi seorang ibu Israel, khususnya yang memiliki anak yang disandera… dan saya mencoba untuk berempati dan melihat dari mana pendapat mereka,” ucap Rania seperti dikutip dari CBSNews, Kamis (9/5/2024).
“Kami membutuhkan para sandera untuk pulang secepat mungkin,” tambahnya.
Rania Al Abdullah Memposisikan Diri sebagai Ibu Sandera Israel
Baru-baru ini, Rania Al Abdullah menghadiri wawancara dari CBS. Pada kesempatan tersebut, ia banyak memberikan tanggapan tentang situasi yang terjadi di Palestina.
Pada acara yang bertajuk ‘Face The Nations’ di CBS, Rania menyebut Israel telah mengambil pendekatan salah dalam perangnya melawan Hamas. Tak hanya itu, ia pun turut membela aksi protes anti-Israel di kampus-kampus dunia.
Melihat sekian tanggapan yang disampaikan, ada satu pernyataan menarik dari Ratu Yordania tersebut. Pada salah satu penuturannya, Rania membahas empati yang dirasakan para ibu di Israel ketika melihat anak-anaknya berada di tahanan Hamas.
“Saya menantang diri saya sendiri setiap hari untuk menempatkan diri pada posisi seorang ibu Israel, khususnya yang memiliki anak yang disandera… dan saya mencoba untuk berempati dan melihat dari mana pendapat mereka,” ucap Rania seperti dikutip dari CBSNews, Kamis (9/5/2024).
“Kami membutuhkan para sandera untuk pulang secepat mungkin,” tambahnya.
Lihat Juga :