Menlu AS Pompeo Sebut Rezim Maduro di Venezuela Negara Mafia

Minggu, 27 Januari 2019 - 00:05 WIB
Menlu AS Pompeo Sebut...
Menlu AS Pompeo Sebut Rezim Maduro di Venezuela Negara Mafia
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo mendesak semua negara di dunia untuk mendukung rakyat Venezuela membebaskan diri dari rezim Presiden Nicolas Maduro. Menurutnya, negara itu menjadi negara mafia ketika dipimpin Maduro yang dia anggap sebagai pemimpin tak sah.

Seruan Pompeo disampaikan dalam pidatonya di pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Sabtu (26/1/2019).

Pidato Pompeo disampaikan beberapa hari setelah AS mengakui Kepala Majelis Nasional Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela. Guaido yang merupakan pemimpin oposisi di negara itu juga telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim sampai pemilu digelar.

"Kami di sini untuk mendesak semua negara untuk mendukung aspirasi demokratis rakyat Venezuela saat mereka berusaha membebaskan diri dari negara mafia ilegal mantan Presiden Maduro," kata Pompeo, yang dilansir Fox News.

Dia mengatakan situasi kemanusiaan di Venezuela menuntut tindakan segera.

"Hari ini sembilan dari sepuluh warga hidup dalam kemiskinan. Jutaan orang kekurangan akses air minum dan makanan," kata Pompeo.

"Tiga dari empat rumah sakit telah ditinggalkan. Tiga juta rakyat Venezuela terpaksa mengungsi dari negara asalnya sehingga membanjiri kawasan dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional," ujar mantan direktur CIA itu.

Pompeo juga mengatakan kepada DK PBB bahwa sekarang adalah waktu bagi setiap negara untuk memilih satu pihak di Venezuela.

"Tidak ada lagi penundaan, tidak ada lagi permainan," katanya. "Entah Anda berdiri dengan kekuatan yang bebas, atau Anda bersekutu dengan Maduro dan kekacauannya."

Pompeo menambahkan bahwa beberapa negara telah secara terbuka memihak mantan presiden Maduro.

"China, Rusia, Suriah, dan Iran hanya empat dari mereka," katanya. "Baru pagi ini, kami mencoba menemukan cara agar Dewan ini berbicara dengan satu suara untuk mendukung rakyat Venezuela dan cita-cita demokrasi melalui pernyataan presiden Dewan ini," imbuh dia.

AS menerima sembilan suara "ya" untuk mengadakan pertemuan darurat DK PBB pada hari Sabtu untuk menyikapi situasi di Venezuela. Empat empat negara memberikan suara "tidak" dan dua negara abstain.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menentang pertemuan itu. Dia mengatakan Venezuela tidak mewakili ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Sebaliknya, kata dia, Venezuela menghadapi upaya AS untuk mencoba kudeta di negara itu.

Jerman telah bergabung dengan Prancis dan Spanyol dengan akan mengakui pemimpin oposisi Guaido sebagai presiden interim Venezuela jika pemerintah Presiden Nicolas Maduro tidak mengadakan pemilu presiden yang baru.

"Rakyat Venezuela harus dapat secara bebas dan aman memutuskan tentang masa depannya," kata juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel di Twitter.

Pemimpin Prancis dan Spanyol juga membuat pengumuman serupa.

Sementara itu, Militer Venezuela mengumumkan bahwa pihaknya tetap memihak Presiden Nicolas Maduro.
(mas)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Pompeo Sesumbar Bakal...
Pompeo Sesumbar Bakal Bebaskan Warga AS yang Ditangkap Venezuela
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
53 menit yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
2 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
3 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved