AS Setop Pasok Bom saat Israel Invasi Rafah, Zionis Frustrasi
Kamis, 09 Mei 2024 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
“Kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan bahwa Israel memiliki sarana untuk mempertahankan diri,” kata Austin.
“Namun demikian, kami saat ini sedang meninjau beberapa pengiriman bantuan keamanan jangka pendek dalam konteks peristiwa yang sedang berlangsung di Rafah.”
Pernyataan bos Pentagon itu muncul ketika tank dan pasukan Israel memasuki distrik timur Rafah sejak Senin malam, merebut perbatasan utama antara Gaza dan Mesir. Hal ini didahului dengan serangan udara terhadap kota padat penduduk tersebut.
“Kami sudah sangat jelas mengenai langkah-langkah yang kami ingin Israel perhitungkan, untuk menjaga warga sipil sebelum pertempuran besar terjadi,” kata Austin.
“Kami tentunya ingin tidak ada pertempuran besar yang terjadi di Rafah, namun fokus kami adalah memastikan kami melindungi warga sipil.”
Menurut Financial Times, penghentian pasokan itu akan menandai contoh pertama Amerika Serikat menahan pengiriman senjata ke Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober dan invasi balasan secara brutal oleh militer Zionis. Pemerintahan Biden dilaporkan telah menyetujui lebih dari 100 pengiriman senjata ke Israel sejak 7 Oktober.
Media tersebut juga mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya yang mengeklaim bahwa pengiriman yang dihentikan itu mencakup 1.800 bom seberat 2.000 pon dan 1.700 bom seberat 500 pon.
“Namun demikian, kami saat ini sedang meninjau beberapa pengiriman bantuan keamanan jangka pendek dalam konteks peristiwa yang sedang berlangsung di Rafah.”
Pernyataan bos Pentagon itu muncul ketika tank dan pasukan Israel memasuki distrik timur Rafah sejak Senin malam, merebut perbatasan utama antara Gaza dan Mesir. Hal ini didahului dengan serangan udara terhadap kota padat penduduk tersebut.
“Kami sudah sangat jelas mengenai langkah-langkah yang kami ingin Israel perhitungkan, untuk menjaga warga sipil sebelum pertempuran besar terjadi,” kata Austin.
“Kami tentunya ingin tidak ada pertempuran besar yang terjadi di Rafah, namun fokus kami adalah memastikan kami melindungi warga sipil.”
Menurut Financial Times, penghentian pasokan itu akan menandai contoh pertama Amerika Serikat menahan pengiriman senjata ke Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober dan invasi balasan secara brutal oleh militer Zionis. Pemerintahan Biden dilaporkan telah menyetujui lebih dari 100 pengiriman senjata ke Israel sejak 7 Oktober.
Media tersebut juga mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya yang mengeklaim bahwa pengiriman yang dihentikan itu mencakup 1.800 bom seberat 2.000 pon dan 1.700 bom seberat 500 pon.
Lihat Juga :