AS-China Adu Kuat, Dunia Berisiko Jadi Dua Blok
Selasa, 18 Agustus 2020 - 18:12 WIB
loading...
A
A
A
“Kita semua punya minat yang berbeda. Tidak mudah untuk membuat komunitas internasional bersatu,” kata Guterres.
“Tapi ancaman yang kita hadapi dan kerapuhan yang kita hadapi harus memaksa semua untuk memahami bahwa apa yang menyatukan kita lebih penting daripada apa yang memisahkan kita,” imbuhnya.
Dalam wawancara tersebut, Guterres juga meminta negara-negara kaya untuk membantu rekan-rekan mereka yang lebih miskin dalam memerangi Covid-19.
"Pembayaran utang harus ditangguhkan untuk negara-negara yang tidak memiliki kapasitas untuk mengakses pasar keuangan dan kreditor kaya harus mempertimbangkan restrukturisasi dan penghapusan utang negara-negara miskin yang harus meminjam uang dalam jumlah besar untuk bertahan dari pandemi dan kejatuhan ekonomi," imbaunya .
“Jika kita mengalami serangkaian kebangkrutan di tingkat nasional, kita mungkin akan bergerak ke lebih dari sekadar resesi, menjadi depresi dalam ekonomi global,” tuturnya.
“Tapi ancaman yang kita hadapi dan kerapuhan yang kita hadapi harus memaksa semua untuk memahami bahwa apa yang menyatukan kita lebih penting daripada apa yang memisahkan kita,” imbuhnya.
Dalam wawancara tersebut, Guterres juga meminta negara-negara kaya untuk membantu rekan-rekan mereka yang lebih miskin dalam memerangi Covid-19.
"Pembayaran utang harus ditangguhkan untuk negara-negara yang tidak memiliki kapasitas untuk mengakses pasar keuangan dan kreditor kaya harus mempertimbangkan restrukturisasi dan penghapusan utang negara-negara miskin yang harus meminjam uang dalam jumlah besar untuk bertahan dari pandemi dan kejatuhan ekonomi," imbaunya .
“Jika kita mengalami serangkaian kebangkrutan di tingkat nasional, kita mungkin akan bergerak ke lebih dari sekadar resesi, menjadi depresi dalam ekonomi global,” tuturnya.
Lihat Juga :