Demi Bela Israel, DPR Amerika Sangkal Sejarah Orang Yahudi Membunuh Yesus

Jum'at, 03 Mei 2024 - 09:05 WIB
loading...
Demi Bela Israel, DPR...
DPR Amerika Serikat loloskan RUU yang diklaim untuk memerangi anti-Semitisme di universitas-universitas Amerika. RUU ini anggap klaim Yahudi bunuh Yesus sebagai anti-Semit. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Demi membela Israel, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang diklaim untuk memerangi anti-Semitisme di universitas-universitas Amerika.

RUU menyimpulkan bahwa klaim Yesus Kristus dibunuh oleh orang Yahudi dapat digolongkan sebagai anti-Semitisme. Ini artinya, Parlemen Amerika menyangkal sejarah bahwa orang Yahudi yang membunuh Yesus.

Rancangan "The Antisemitism Awareness Act contains" berisi daftar contoh kontemporer yang telah dibagikan secara online oleh pengguna media sosial, termasuk anggota DPR dari Partai Republik; Marjorie Taylor Greene.

Baca Juga: Demo Pro-Palestina Menyebar di Kampus-kampus AS Bikin PM Israel Ngeri

Di antara kasus kebencian terhadap orang Yahudi yang disebutkan dalam dokumen tersebut adalah menggunakan simbol dan gambar yang terkait dengan anti-Semitisme klasik. Misalnya, klaim bahwa orang Yahudi membunuh Yesus untuk mencirikan Israel atau orang Israel.

Disetujui oleh 320 suara berbanding 91 pada hari Rabu, dengan 21 anggota Partai Republik dan 70 anggota Partai Demokrat menentang, RUU tersebut akan mengharuskan Departemen Pendidikan AS untuk mengadopsi definisi luas tentang anti-Semitisme yang digunakan oleh International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA)—yang menggambarkan fenomena tersebut sebagai persepsi tertentu terhadap orang Yahudi, yang dapat dinyatakan sebagai kebencian terhadap orang Yahudi.

Taylor Greene termasuk di antara anggota Parlemen yang menentang RUU tersebut.

“Antisemitisme itu salah,” tulisnya di X, yang dikutip Russia Today, Jumat (3/5/2024). "Tetapi tidak akan mendukung undang-undang yang dapat menghukum orang Kristen atas anti-semitisme karena mempercayai Injil yang mengatakan bahwa Yesus diserahkan kepada Herodes untuk disalib oleh orang Yahudi."

Tindakan anti-Semit lainnya yang disebutkan dalam RUU tersebut termasuk menuduh warga Yahudi lebih setia kepada Israel daripada kepentingan negara mereka sendiri, membuat tuduhan tentang konspirasi Yahudi di dunia dan atau orang-orang Yahudi yang mengendalikan media, ekonomi, pemerintah, serta membandingkan kebijakan Israel saat ini dengan kebijakan Nazi.

Sejak pertengahan April, para mahasiswa telah mendirikan kamp protes di lebih dari 40 perguruan tinggi di seluruh Amerika, menuntut penghentian kekerasan di Gaza dan diakhirinya dukungan Washington terhadap Israel.

Demonstrasi pada awalnya berlangsung damai, namun bentrokan telah pecah di Columbia University di New York, UCLA, dan perguruan tinggi lainnya ketika polisi bergerak untuk membubarkan pertemuan massa pro-Palestina tersebut.

Ratusan orang telah ditangkap di tengah kerusuhan.

Israel menghadapi semakin banyak kecaman internasional atas meningkatnya jumlah korban tewas di antara warga Palestina setelah invasi brutalnya ke Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 34.000 orang telah tewas dalam serangan udara dan serangan darat yang sedang berlangsung.

Kampanye militer Israel ini diluncurkan sebagai tanggapan terhadap serangan lintas batas Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang dikaim Zionis menewaskan sedikitnya 1.200 orang dan 250 orang lainnya disandera.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
33 Orang Tewas saat...
33 Orang Tewas saat Tornado Dahsyat Sapu Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved