Macron: Ancaman Pengerahan Pasukan Barat ke Ukraina Diperlukan

Jum'at, 03 Mei 2024 - 08:15 WIB
loading...
A A A
“Jika Rusia menang di Ukraina, tidak akan ada keamanan di Eropa,” kata Macron dalam wawancara dengan The Economist, yang diterbitkan pada hari Kamis (2/5/2024).

“Saya tidak mengesampingkan apa pun, karena kami menghadapi seseorang yang tidak mengesampingkan apa pun,” katanya kepada majalah tersebut, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Macron mengeklaim bahwa pencegahan yang dihasilkan oleh pengerahan pasukan Prancis diperlukan untuk mencegah kemenangan Rusia dan menangkis serangan di masa depan terhadap negara-negara lain-– meskipun Moskow menyangkal bahwa mereka mempunyai niat untuk melakukan hal tersebut.

Presiden Prancis itu juga menggunakan argumen "biaya hangus" untuk menjelaskan mengapa Kyiv harus didukung oleh negara-negara Barat.

“Kredibilitas apa yang akan dimiliki negara-negara Eropa, yang telah menghabiskan miliaran dolar, demi kelangsungan hidup benua ini yang dipertaruhkan dan tidak memberikan diri mereka sarana untuk menghentikan Rusia?” tanya Macron.

Kritik terhadap cara diplomasinya mengeklaim bahwa hal tersebut telah menjadi bumerang, di mana para pemimpin negara-negara Barat lainnya bergegas untuk memastikan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan terhadap pasukan Rusia di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Panas! Iran Beri Peringatan...
Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS
Rekomendasi
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved