Macron: Ancaman Pengerahan Pasukan Barat ke Ukraina Diperlukan

Jum'at, 03 Mei 2024 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Moskow telah menyatakan bahwa kepentingannya dalam konflik ini bersifat eksistensial dan tidak akan berkompromi dengan tujuan utamanya, terlepas dari tindakan Barat.

Para pejabat Rusia menyebut ekspansi NATO yang semakin besar ke Ukraina, kebijakan diskriminatif Kyiv terhadap etnis Rusia, dan meningkatnya pengaruh kaum nasionalis radikal di negara tersebut sebagai pemicu utama konflik sekarang ini.

Dalam wawancara tersebut, Macron memuji peran Prancis dalam upaya yang gagal untuk menyelesaikan ketegangan antara Rusia dan Ukraina setelah kudeta bersenjata tahun 2014 di Kyiv. Proses tersebut diharapkan dapat meredakan kekhawatiran Moskow dan menjalin rekonsiliasi antara pemerintah Ukraina dan wilayah Donbas yang dulunya memisahkan diri.

"Bersama dengan Jerman, kami bertanggung jawab untuk menyelamatkan perjanjian Minsk dan proses Normandia,” kata Macron. “Kami benar dalam mengambil jalur diplomatik," katanya lagi.

“Langkah-langkah ini tidak diragukan lagi memperlambat segalanya dan juga memungkinkan kita untuk membangun tuntutan bersama Eropa sehubungan dengan Putin," imbuh dia.

Pejabat senior Ukraina dan Eropa menggambarkan perjanjian Minsk sebagai tipu muslihat untuk memberi Kyiv lebih banyak waktu untuk membangun militernya dengan bantuan NATO. Moskow menyebut kesepakatan yang tidak beritikad baik itu sebagai bukti niat Barat untuk meningkatkan perselisihan dengan Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved