Tiga Negara Eropa Ini Longgarkan Pembatasan Saat Lockdown
Selasa, 14 April 2020 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Awalnya kebijakan ini mendapat dukungan, namun kini muncul reaksi yang berlawanan. Denmark akan membuka kembali pusat penitipan anak dan sekolah pada 15 April, sebelum akhirnya membuka toko kecil dan toko DIY, kemudian taman serta toko yang lebih besar, dan kemudian pembukaan kembali secara bertahap bar, hotel dan restoran untuk membangkitkan ekonomi. Meski begitu, masyarakat akan diminta untuk memakai masker.
Keputusan negara itu untuk mengirimkan kembali anak-anak ke sekolah sebagai langkah awal pelonggaran batasan lockdown memicu protes dari warga Denmark. Mereka pun membentuk grup di Facebook, “Mit barn skal ikke være forsøgskanin for Covid-19” - yang jika diartikan secara bebas adalah anak saya bukan marmut untuk Covid-19. Saat ini, grup tersebut telah memiliki lebih dari 39 ribu anggota.
Denmark akan terus melarang lebih dari 10 orang berkumpul, sementara kafe, restoran, pusat kebugaran, dan penata rambut akan tetap ditutup hingga setidaknya 10 Mei.
Sementara itu Italia, yang mencuri perhatian utama selama berminggu-minggu ketika angka kematian COVId-19 di negara itu melonjak, telah membuka kembali toko-toko buku, toko pakaian anak-anak dan mesin cuci piring, dalam apa yang oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte disebut sebagai keputusan sulit tetapi perlu.
Sementara itu, Spanyol mencabut beberapa pembatasan kuncian pada hari Senin, yang memungkinkan staf dalam distribusi makanan, komunikasi, sanitasi, dan berbagai sektor non-esensial lainnya untuk kembali bekerja, meskipun negara tersebut memegang gelar wabah virus corona terburuk kedua.
Keputusan negara itu untuk mengirimkan kembali anak-anak ke sekolah sebagai langkah awal pelonggaran batasan lockdown memicu protes dari warga Denmark. Mereka pun membentuk grup di Facebook, “Mit barn skal ikke være forsøgskanin for Covid-19” - yang jika diartikan secara bebas adalah anak saya bukan marmut untuk Covid-19. Saat ini, grup tersebut telah memiliki lebih dari 39 ribu anggota.
Denmark akan terus melarang lebih dari 10 orang berkumpul, sementara kafe, restoran, pusat kebugaran, dan penata rambut akan tetap ditutup hingga setidaknya 10 Mei.
Sementara itu Italia, yang mencuri perhatian utama selama berminggu-minggu ketika angka kematian COVId-19 di negara itu melonjak, telah membuka kembali toko-toko buku, toko pakaian anak-anak dan mesin cuci piring, dalam apa yang oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte disebut sebagai keputusan sulit tetapi perlu.
Sementara itu, Spanyol mencabut beberapa pembatasan kuncian pada hari Senin, yang memungkinkan staf dalam distribusi makanan, komunikasi, sanitasi, dan berbagai sektor non-esensial lainnya untuk kembali bekerja, meskipun negara tersebut memegang gelar wabah virus corona terburuk kedua.
(ber)
Lihat Juga :