Uni Eropa Awasi Praktik Subsidi Berlebihan China yang Mendistorsi Pasar Global

Kamis, 02 Mei 2024 - 13:02 WIB
loading...
A A A
Dengan menggunakan beberapa tools ini, Brussels telah memutuskan untuk menunjukkan ancaman nyata dan efektif serta menandakan intoleransi terhadap malapraktik China yang menghambat stabilitas perekonomian UE.

Seperti yang diungkapkan Gunnar Wiegand, mantan diplomat senior Asia di European External Action Service: "Tidak ada yang terkejut bahwa instrumen yang telah diciptakan melalui proses yang cukup panjang selama beberapa tahun terakhir kini akhirnya benar-benar digunakan."

Kondisi yang ada saat ini merupakan petunjuk bagi masa depan baru praktik perdagangan internasional, yaitu sikap tidak toleran terhadap praktik perdagangan yang tidak adil, dan ancaman terhadap perekonomian mereka dengan dalih perdagangan bebas.

Penting untuk dicatat bahwa kekhawatiran yang ditunjukkan negara-negara maju juga dialami negara-negara emerging market lainnya, termasuk India, Brasil, dan Afrika Selatan terhadap praktik buruk China.

Tindakan Korektif


Pada Maret 2024, Brasil meluncurkan penyelidikan terhadap China atas dumping produk industri murah. Untuk melindungi industrinya, Brasil meluncurkan penyelidikan awal tahun ini terhadap impor lembaran baja karbon tertentu, yang meningkat sebesar 85 persen.

Produsen baja Brasil telah meminta pemerintah untuk mengenakan tarif antara 9,6 dan 25 persen pada baja impor. Sungguh mengejutkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun, impor baja dan besi dari China meningkat hampir 1 miliar ke Brasil.

Singkat kata, meski negara-negara Barat lebih proaktif menyuarakan penolakannya terhadap tindakan China yang berlebihan, hal ini merupakan kekhawatiran baik bagi negara maju maupun negara berkembang.

Tindakan China merugikan perdagangan bebas dan kesejahteraan di negara-negara pengekspornya. Seperti yang telah dilakukan UE dan Amerika Serikat, negara-negara berkembang juga perlu bergandengan tangan mengambil tindakan kolektif di tingkat global untuk menentang China.

Dialog krusial di berbagai platform internasional, tuduhan terarah dengan didukung bukti kuat, dan tindakan korektif perlu menjadi bagian dari serangkaian langkah dalam mencegah kekacauan di perdagangan internasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved