Terinspirasi di AS, Demo Pro-Palestina Menyebar di Kampus-kampus Yordania

Kamis, 02 Mei 2024 - 09:16 WIB
loading...
Terinspirasi di AS,...
Terinspirasi protes di kampus-kampus AS, demo pro-Palestina mulai menyebar di kampus-kampus Yordania. Foto/Mohammad al-Ersan/New Arab
A A A
AMMAN - Protes para mahasiswa pro-Palestina di kampus-kampus Amerika Serikat (AS) telah menginspirasi para mahasiswa di Yordania.

Mereka melakukan demo serupa dan menyerukan rekan-rekan mahasiswa di seluruh dunia ikut serta menetang genosida di Gaza oleh militer Zionis Israel.

Di Yordania, masaa mahasiswa di beberapa universitas mulai beraksi sejak Selasa. Itu terjadi menyusul seruan dari kelompok Forum Mahasiswa untuk mendekatkan diri dengan mahasiswa di universitas-universitas Amerika.

“Apa yang terjadi di universitas-universitas Amerika adalah sebuah gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam mendukung perjuangan Palestina, Gaza dan perlawanannya yang dipimpin oleh mahasiswa-mahasiswa terhormat di universitas-universitas tersebut,” kata Forum Mahasiswa dalam pernyataan mereka.

Baca Juga: Demo Pro-Palestina Menyebar di Kampus-kampus AS Bikin PM Israel Ngeri

"Percikan ini, yang terjadi di lebih dari 30 universitas di Amerika, telah menjadi tren umum di sejumlah besar universitas di seluruh dunia," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip New Arab, Kamis (2/5/2024)

“Ini adalah reaksi alami terhadap kejahatan pendudukan, pembunuhan dan penghancuran di Gaza."

Yordania, sekutu dekat Amerika Serikat, selama beberapa bulan terakhir telah menindak gelombang protes pro-Palestina, dan menuduh banyak orang yang melakukan kerusuhan.

Para pengunjuk rasa yang ditahan dituduh menolak penangkapan atau menyerang petugas keamanan—klaim yang menurut para aktivis masyarakat sipil adalah klaim yang dibuat-buat.

Mulai 24 Maret, ribuan warga Yordania melakukan protes di depan Kedutaan Israel, menyerukan pemerintah Yordania untuk memutuskan semua hubungan dengan Israel—termasuk perjanjian damai dengan negara tersebut.

Pada 1994, Yordania dan Israel menandatangani perjanjian perdamaian Wadi Araba dan sejak itu menandatangani perjanjian untuk bekerja sama di sejumlah bidang, termasuk air, listrik, dan gas alam.

Pada bulan November 2023, pemerintah Yordania mengumumkan tidak akan menandatangani perjanjian energi air-untuk-tenaga surya mengingat perang Israel di Gaza, yang sekarang telah menewaskan lebih dari 34.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Para mahasiswa di Yordania menyampaikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa di Amerika dan menyerukan kepada pemerintah Yordania untuk menghentikan segala bentuk normalisasi dengan Israel, membatalkan perjanjian damai dan perjanjian impor gas, dan menutup kedutaan Israel di Amman.

Beberapa mahasiswa mengangkat spanduk bertuliskan: “Mahasiswa Yordania mendukung Gaza. Kami lebih dekat ke Gaza daripada Amerika.”

“Gerakan mahasiswa di Yordania terjadi setelah kami melihat mahasiswa di universitas-universitas Amerika mendukung Gaza. Apa yang kami lihat dalam bentuk penindasan di universitas-universitas tersebut membuat kami mendukung gerakan mahasiswa Amerika," kata Abdullah Salameh dari Blok Pembaruan di Universitas Yordania kepada New Arab.

Para aktivis menyebarkan video rektor Universitas Teknik Al-Hussein, Ismail Al-Hinti, saat dia berbicara kepada para mahasiswa dalam aksi solidaritas terhadap Gaza.

Berbicara kepada para mahasiswa, al-Hinti mengatakan mereka tidak perlu malu untuk mendukung perlawanan Palestina, dengan mengatakan, “Kita semua mendukung perlawanan.”

Unjuk rasa di universitas-universitas Yordania juga melibatkan dosen dan staf, serta puluhan akademisi Yordania.

Sebelumnya, akademisi Yordania mengeluarkan pernyataan solidaritas terhadap mahasiswa dan akademisi di universitas-universitas Amerika, yang ditandatangani oleh lebih dari 100 pengajar.

“Kami berdiri dengan seluruh pemikiran dan literatur penelitian kami untuk memenuhi tuntutan akademisi dan mahasiswa. Kami berdiri dalam perjuangan melawan ketidakadilan global yang merampas hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri. Ketidakadilan ini harus diakhiri, dan hati nurani global harus kembali untuk bisa menghalangi agresor dan mendukung kaum tertindas,” bunyi surat mereka.

“Hari ini kami juga menentang penindasan terhadap akademisi di universitas-universitas Barat dengan dasar pemikiran bahwa kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia, dan kami menentang genosida, pengungsian, dan ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina”, kata akademisi terkemuka, Profesor Dr kata Youssef Rababa'a, kepada New Arab.

“Akademisi di kawasan Arab terlambat mendukung gerakan pro-Gaza sementara gerakan di Amerika mengalami kemajuan, antara lain karena berubahnya opini generasi muda di Amerika mengenai isu Palestina,” imbuhnya.

Protes Kampus vs Pemerintah Yordania


Dalam beberapa bulan terakhir, universitas-universitas Yordania telah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan sejumlah mahasiswanya dan memperingatkan mahasiswa lain atas partisipasi mereka dalam acara-acara pro-Palestina.

“Di antara alasan-alasan yang berkontribusi terhadap tidak adanya gerakan mahasiswa adalah sistem disipliner di universitas-universitas yang berlaku pada tahun sembilan puluhan yang menghukum mahasiswa yang melakukan aktivitas politik di dalam universitas,” kata Fakher Daas, koordinator Kampanye Dabahtona (kampanye mahasiswa untuk membela hak-hak mahasiswa).

“Pemuda Yordania menjadi andalan sehari-hari di sekitar kedutaan pendudukan meskipun tidak ada gerakan mahasiswa di universitas”, imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved