alexametrics

Iran Akui Telah Menangkap Veteran Militer AS

loading...
Iran Akui Telah Menangkap Veteran Militer AS
Michael R. White, 46, veteran Angkatan Laut Amerika Serikat yang dipenjara di Iran. Foto/New York Times/Joanne White
A+ A-
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran mengakui bahwa seorang warga negara Amerika Serikat (AS), Michael R. White, telah ditangkap di kota Mashhad. White merupakan veteran militer Angkatan Laut Amerika.

Konfirmasi penangkapan White itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qassemi, yang dilansir kantor berita IRNA, semalam (9/1/2019). Qassemi tidak menyebutkan kapan penangkapan itu terjadi.

Sebelumnya, pihak keluarga menuduh Iran telah menahan White sejak akhir Juli 2018. Michael R. White, 46, asal Imperial Beach, California, itu ditangkap aparat rezim Teheran saat mengujungi kekasihnya yang merupakan warga Iran.



Penahanan White bisa semakin memperkeruh ketegangan kedua negara yang saat ini sedang memanas. Ketegangan antara kedua negara memburuk secara substansial setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran pada Mei lalu dan menerapkan kembali sanksi beratnya terhadap rezim Teheran.

Mengutip New York Times, setidaknya tiga warga negara Amerika lainnya, dua dari mereka keturunan Iran, juga telah dipenjara di Iran selama bertahun-tahun. Sedangkan seorang warga Amerika yang lain dinyatakan hilang di Iran selama lebih dari satu dekade.

Ibu veteran tersebut, Joanne White, mengatakan bahwa putranya melalui telepon mengatakan akan pulang dari Iran melalui Dubai, di Uni Emirat Arab, pada 27 Juli. Namun, sejak itu White tidak pernah naik pesawat ke AS.

Joanne mengatakan bahwa dia telah mengajukan laporan orang hilang setelah putranya tak pulang. Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri telah menghubunginya terkait upaya untuk menemukan veteran tersebut.

Menurut Joanne, dia menerima informasi tiga minggu lalu dari pejabat Departemen Luar Negeri bahwa putranya berada di penjara Iran.

"Yang saya tahu adalah dia masih hidup dan mereka mengajukan permintaan untuk kunjungan konsuler oleh Swiss," katanya. AS yang tidak memiliki hubungan diplomatik sejak Revolusi Islam 1979 hanya bisa mengandalkan misi diplomatik Eropa jika ada masalah dengan warganya di negara para Mullah tersebut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak