Dibully AS, China Siap Balas Dendam
Selasa, 30 April 2024 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
“Jika tidak, China akan mengambil tindakan yang kuat dan tegas untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan kami," lanjut Lin, yang dilansir Russia Today, Selasa (30/4/2024).
China mengeklaim kedaulatan atas Taiwan, yang dipandangnya sebagai provinsi yang memisahkan diri--sebuah posisi yang telah diakui, tanpa didukung oleh AS, sejak tahun 1970-an.
Washington juga mempertahankan kebijakan “ambiguitas strategis", yang berarti AS berupaya mencegah perebutan Taiwan oleh China dengan membuka kemungkinan bahwa hal itu akan membantu mempertahankan pulau dengan pemerintahan mandiri tersebut.
Menurut Lin, undang-undang bantuan Taiwan yang baru melanggar komunike AS-China mengenai "prinsip satu Tiongkok".
"Hal ini juga mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada separatis Taiwan," katanya, seraya menambahkan bahwa Washington kembali mengungkapkan “sifat hegemonik dan penindasannya".
Ketegangan baru antara AS dan China terjadi setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Beijing dan Shanghai pekan lalu.
Sekembalinya ke Washington, diplomat top AS itu menuduh Beijing mencoba memanipulasi pemilu Amerika.
China mengeklaim kedaulatan atas Taiwan, yang dipandangnya sebagai provinsi yang memisahkan diri--sebuah posisi yang telah diakui, tanpa didukung oleh AS, sejak tahun 1970-an.
Washington juga mempertahankan kebijakan “ambiguitas strategis", yang berarti AS berupaya mencegah perebutan Taiwan oleh China dengan membuka kemungkinan bahwa hal itu akan membantu mempertahankan pulau dengan pemerintahan mandiri tersebut.
Menurut Lin, undang-undang bantuan Taiwan yang baru melanggar komunike AS-China mengenai "prinsip satu Tiongkok".
"Hal ini juga mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada separatis Taiwan," katanya, seraya menambahkan bahwa Washington kembali mengungkapkan “sifat hegemonik dan penindasannya".
Ketegangan baru antara AS dan China terjadi setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Beijing dan Shanghai pekan lalu.
Sekembalinya ke Washington, diplomat top AS itu menuduh Beijing mencoba memanipulasi pemilu Amerika.
Lihat Juga :