Kecurigaan Menguat Tentara Israel Curi Organ Warga Palestina di RS Nasser Gaza

Sabtu, 27 April 2024 - 10:45 WIB
loading...
Kecurigaan Menguat Tentara...
Warga Palestina terus menggali jenazah dari kuburan massal yang ditemukan setelah penarikan pasukan Israel dari Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza pada 25 April 2024. Foto/Hani Alshaer/Anadolu
A A A
JALUR GAZA - Paramedis dan tim penyelamat yang terlibat pengambilan jenazah warga sipil dari kuburan massal di Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, menyuarakan kekhawatiran tentang potensi pencurian organ oleh pasukan Israel.

Menyusul penarikan pasukan Israel dari kota Khan Yunis, tiga kuburan massal yang berisi 392 jenazah ditemukan di Kompleks Medis Nasser.

Menurut kantor berita Wafa, 165 jenazah masih belum teridentifikasi karena cacat.

Video dan foto para korban menunjukkan tanda-tanda penyiksaan di tubuh mereka, dan beberapa korban ditemukan diborgol dengan pengekang plastik.

Tim paramedis dan penyelamat melaporkan menemukan mayat dengan tangan terikat dan luka di perut dijahit dengan cara yang tidak sesuai dengan praktik medis di Jalur Gaza, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya pencurian organ oleh tentara Israel.

Selain itu, tim penyelamat melaporkan menemukan mayat seorang gadis muda yang mengenakan gaun bedah yang dimutilasi, meningkatkan kekhawatiran bahwa dia mungkin terkubur hidup-hidup.

Korban lain, juga mengenakan pakaian bedah, ditemukan dalam kondisi serupa, sehingga semakin meningkatkan kecurigaan.

Baca juga: Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Terluka dalam Kecelakaan, Mobilnya Terbalik

Beberapa korban juga ditemukan dengan luka tembak di kepala, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya eksekusi langsung di lapangan.

Banyak jenazah yang dibungkus dengan kain kafan berwarna hitam dan biru yang terbuat dari plastik dan nilon, tidak seperti warna kain kafan yang biasa digunakan di Gaza, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa Pasukan Israel bermaksud menaikkan suhu tubuh korban untuk mempercepat pembusukan dan menyembunyikan barang bukti.

Para korban dikuburkan lebih dari tiga meter di bawah tanah, dengan mayat-mayat bertumpuk, menurut laporan Wafa.

Kedalaman kuburan massal itu tampaknya sengaja untuk mempersulit proses penemuan para korban kebiadaban rezim kolonial rasis Israel.

Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, tim memandang tindakan ini sebagai indikasi kejahatan terhadap kemanusiaan dan eksekusi lapangan yang dilakukan Pasukan Israel di Kompleks Medis Nasser.

Hal ini terjadi ketika puluhan mayat juga ditemukan di kuburan massal di Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza dan Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara setelah penarikan pasukan penjajah Israel.

PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat dan Perancis telah mendesak dilakukannya penyelidikan independen terhadap kuburan massal tersebut.

Amerika Serikat merupakan pelindung Israel dari berbagai sanksi internasional di Dewan Keamanan PBB.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Terungkap! Pesawat Hantam...
Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
Rekomendasi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved