5 Fakta Mengejutkan Hubungan Iran - Israel, Pernah Bersahabat di Masa Lalu
Rabu, 24 April 2024 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Israel memiliki delegasi tetap di Teheran yang berfungsi sebagai kedutaan de facto, sebelum pertukaran Duta Besar pada akhir tahun 1970an.
Padahal terdapat sekitar 30.000 warga Iran di Teheran berkumpul untuk memprotes pendirian Israel. Melihat kondisi ini, Ayotallah Abol-Ghasem Kashani mengkritik keputusan pemerintahnya untuk mengakui Israel.
Ayatollah Khomeini menyatakan Israel sebagai "musuh Islam" dan "Setan Kecil". Amerika Serikat disebut "Setan Besar" sedangkan Uni Soviet disebut "Setan Kecil".
Permusuhan ini lantas membuat kedua negara tersebut tak pernah akur selama beberapa dekade. Terlebih apabila Israel mengambil tindakan tegas pada Palestina, Iran akan jadi garda terdepan yang melancarkan dukungan pada palestina dan kritik terhadap Israel.
Serangkaian serangan sabotase berlanjut hingga tahun 2020-an, ketika Israel berupaya merusak fasilitas nuklir Iran. Ilmuwan nuklir juga menjadi sasaran. Keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018 dipandang sebagai pukulan bagi Teheran dan kemenangan bagi Israel.
Tindakan tersebut dilakukan oleh Israel dan AS lantaran khawatir akan apa yang akan diciptakan Iran di masa depan. Terlebih untuk negeri Yahudi yang tak pernah bersahabat dengan Teheran.
Padahal terdapat sekitar 30.000 warga Iran di Teheran berkumpul untuk memprotes pendirian Israel. Melihat kondisi ini, Ayotallah Abol-Ghasem Kashani mengkritik keputusan pemerintahnya untuk mengakui Israel.
3. Revolusi Iran Mengubah Hubungan Iran dengan Israel
Setelah Revolusi Iran dan jatuhnya dinasti Pahlavi pada tahun 1979, Iran mengambil sikap tajam anti-Israel. Iran memutuskan semua hubungan resmi dengan Israel. Kedutaan Besar Israel di Teheran ditutup dan diserahkan kepada PLO.Ayatollah Khomeini menyatakan Israel sebagai "musuh Islam" dan "Setan Kecil". Amerika Serikat disebut "Setan Besar" sedangkan Uni Soviet disebut "Setan Kecil".
Permusuhan ini lantas membuat kedua negara tersebut tak pernah akur selama beberapa dekade. Terlebih apabila Israel mengambil tindakan tegas pada Palestina, Iran akan jadi garda terdepan yang melancarkan dukungan pada palestina dan kritik terhadap Israel.
4. Israel dan AS Mengincar Nuklir Iran
Setelah Iran menemukan sumber utama pembuatan senjata nuklir di awal tahun 2000-an, Israel dan AS langsung bergerak memperkenalkan virus komputer Stuxnet untuk untuk menargetkan mesin sentrifugal yang memperkaya uranium untuk program nuklir Iran.Serangkaian serangan sabotase berlanjut hingga tahun 2020-an, ketika Israel berupaya merusak fasilitas nuklir Iran. Ilmuwan nuklir juga menjadi sasaran. Keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018 dipandang sebagai pukulan bagi Teheran dan kemenangan bagi Israel.
Tindakan tersebut dilakukan oleh Israel dan AS lantaran khawatir akan apa yang akan diciptakan Iran di masa depan. Terlebih untuk negeri Yahudi yang tak pernah bersahabat dengan Teheran.
Lihat Juga :