Gadis Cantik Ini Jadi Wanita Pertama Tibet yang Terbangkan Jet Tempur
Selasa, 23 April 2024 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Lulus uji terbang tunggal menandai satu langkah lebih dekat dengan cita-cita saya untuk menjadi pilot tempur sesungguhnya suatu hari nanti, kata Kelsang Pedron.
“Dalam bahasa Tibet, Kelsang terkadang mengacu pada sejenis bunga indah yang melambangkan keinginan masyarakat Tibet akan kebahagiaan dan keberuntungan. Saya akan terus berlatih keras agar bisa terbang di atas negara ini untuk menjaga kebahagiaan dan keberuntungan masyarakat," paparnya.
PLA menerima pilot perempuan pertamanya pada tahun 1951. Sejak itu, ratusan perempuan telah terbang untuk pasukan tersebut. Angkatan Udara PLA mulai merekrut pilot pesawat tempur wanita pada tahun 2005 dan sejak itu telah mengubah puluhan pilot menjadi penerbang tempur di unit garis depan.
“Menerbangkan jet tempur berisiko tinggi dan sangat menantang. Hal ini tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis superlatif tetapi juga ketangkasan mental dan bakat yang tinggi. Dalam hal ini, tidak ada bedanya apakah Anda pria atau wanita,” kata Letnan Kolonel He Xiaoli, salah satu pilot pesawat tempur wanita pertama di negara itu yang telah bertugas di Angkatan Udara PLA selama hampir 20 tahun.
Selain Angkatan Udara, Angkatan Laut PLA juga mulai merekrut kadet penerbangan wanita sejak tahun lalu, dengan tujuan mengirimkan mereka yang berhasil lulus untuk mengoperasikan pesawat tempur di kapal induk.
“Dalam bahasa Tibet, Kelsang terkadang mengacu pada sejenis bunga indah yang melambangkan keinginan masyarakat Tibet akan kebahagiaan dan keberuntungan. Saya akan terus berlatih keras agar bisa terbang di atas negara ini untuk menjaga kebahagiaan dan keberuntungan masyarakat," paparnya.
PLA menerima pilot perempuan pertamanya pada tahun 1951. Sejak itu, ratusan perempuan telah terbang untuk pasukan tersebut. Angkatan Udara PLA mulai merekrut pilot pesawat tempur wanita pada tahun 2005 dan sejak itu telah mengubah puluhan pilot menjadi penerbang tempur di unit garis depan.
“Menerbangkan jet tempur berisiko tinggi dan sangat menantang. Hal ini tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis superlatif tetapi juga ketangkasan mental dan bakat yang tinggi. Dalam hal ini, tidak ada bedanya apakah Anda pria atau wanita,” kata Letnan Kolonel He Xiaoli, salah satu pilot pesawat tempur wanita pertama di negara itu yang telah bertugas di Angkatan Udara PLA selama hampir 20 tahun.
Selain Angkatan Udara, Angkatan Laut PLA juga mulai merekrut kadet penerbangan wanita sejak tahun lalu, dengan tujuan mengirimkan mereka yang berhasil lulus untuk mengoperasikan pesawat tempur di kapal induk.
(mas)
Lihat Juga :