Dinilai Ampuh Obati COVID-19, AS Hendak Produksi Massal Remdesivir

Jum'at, 01 Mei 2020 - 10:34 WIB
loading...
Dinilai Ampuh Obati...
Dua ampul remdesivir. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melalui perusahaan bio farmaasinya; Gilead Sciences Inc, berencana memproduksi massal remdesivir yang dinilai efektif untuk mengobati penyakit COVID-19. Rencana itu akan melibatkan mitra internasional.

Perusahaan itu masih mengharapkan untuk memiliki lebih dari satu juta remdesivir yang diproduksi pada bulan Desember, dengan rencana untuk dapat menghasilkan beberapa juta pada tahun 2021.

Pada akhir bulan depan, Gilead mengatakan pihaknya memperkirakan telah memproduksi cukup obat untuk merawat lebih dari 140.000 pasien coronavirus disease 2019 atau COVID-19, dan berencana untuk menyumbangkan pasokan obat itu ke rumah sakit.

Perusahaan mengaku telah melakukan dialog terus-menerus dengan Food and Drug Administration (FDA) AS tentang produksi remdesivir, yang diberikan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan infus intravena, dan tersedia untuk pasien secepat mungkin.

"Ada rasa urgensi yang besar di sini," kata Kepala Eksekutif Gilead Daniel O'Day dalam sebuah telekonferensi dengan para analis, seperti dikutip Reuters, Jumat (1/5/2020).

Dia mengatakan FDA dapat mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk remdesivir, tetapi Gilead juga mencari persetujuan pengaturan standar dari obat tersebut.

O'Day menolak untuk menjawab pertanyaan tentang apakah Gilead berencana untuk mendapatkan untung dari obat COVID-19 daripada hanya menyumbangkannya. Perusahaan itu telah menghasilkan miliaran dolar untuk obat yang digunakan untuk pasien HIV dan hepatitis C.

"Tidak ada waktu lain seperti ini dalam sejarah planet ini," katanya.

Penjualan kuartal pertama obat-obatan untuk HIV Gilead naik menjadi USD4,1 miliar dari USD3,6 miliar setahun sebelumnya.

Gilead juga melaporkan laba kuartal pertama yang datar dan sahamnya turun 2 persen dalam perdagangan yang diperpanjang.

Institut Kesehatan Nasional AS pada hari Rabu mengatakan hasil awal dari uji coba remdesivir menunjukkan bahwa pasien COVID-19 yang diberi obat pulih 31 persen lebih cepat daripada yang diberi plasebo.

Dalam uji coba 1.063 pasien, pasien yang menerima obat Gilead pulih dalam 11 hari dibandingkan dengan 15 hari bagi mereka yang menerima plasebo.

Pada hari Kamis, Badan Obat-obatan Eropa mengatakan telah memulai "tinjauan ulang" data tentang penggunaan obat antivirus Gilead guna mengobati pasien COVID-19.

Sebuah tinjauan bergulir memungkinkan lembaga itu untuk mempercepat penilaian obat-obatan eksperimental yang menjanjikan selama darurat kesehatan masyarakat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Rusia Produksi Massal...
Rusia Produksi Massal Tank T-80 hingga 100 Unit per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved