4 Serangan Iran dalam Operasi Janji Sejati untuk Menghancurkan Israel

Minggu, 14 April 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
Ada juga laporan bahwa rudal hipersonik Fattah juga digunakan, yang sulit untuk dinilai berdasarkan rekaman malam hari yang tersedia karena kecepatan terminalnya mirip dengan rudal balistik terbaru, serta apakah dan seberapa banyak mereka bermanuver.

Ketika Iran bersiap untuk melakukan serangan balasan terhadap rezim Israel, Iran memiliki berbagai macam rudal yang mampu menargetkan kota-kota jauh di dalam wilayah pendudukan.

4. Menarget Fasilitas Militer Israel

Teheran belum mengumumkan lokasi sasarannya, dan meskipun otoritas Zionis telah menghimbau masyarakat untuk tidak mempublikasikan video serangan Iran, lusinan video tersebut telah bocor di Internet, yang menunjukkan adanya serangan yang luas dan tepat.

Sebagaimana dinyatakan dengan tepat dalam analisis situs Press TV sebelumnya, sasaran utamanya adalah pangkalan militer rezim Zionis, dari Dataran Tinggi Golan hingga gurun Negev.

Scott Ritter, pakar militer AS, menyatakan di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) bahwa setidaknya tujuh rudal hipersonik telah menghantam Pangkalan Udara Nevatim dan tidak ada yang berhasil dicegat.

Pangkalan udara ini terletak di gurun Negev dan menampung pesawat F-35 Zionis yang digunakan dalam serangan teroris terhadap konsulat Iran di Damaskus.

Beberapa rekaman kamera pribadi, yang diambil dari jarak jauh, menjadi saksi serangkaian serangan rudal balistik atau hipersonik yang cepat dan kuat, sekali lagi membuktikan kelemahan sistem pertahanan udara (militer) Israel yang terlalu dilebih-lebihkan, termasuk apa yang disebut Iran Dome. .

Pangkalan udara tersebut juga menampung unit F-15 dan F-16, serta gudang besar senjata bernilai miliaran dolar yang mahal, sehingga merupakan salah satu target utama serangan Iran.

Rekaman tersebut mengkonfirmasi bahwa Pangkalan Udara Ramon, pangkalan besar lainnya di Negev, juga terkena beberapa rudal, meninggalkan jejak kehancuran.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved