Perbandingan Kekuatan Militer Koalisi AS dan Israel Lawan Iran, Siapa Terhebat?
Sabtu, 13 April 2024 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Senjata
Kedua negara memiliki industri pertahanan dalam negeri yang besar yang memungkinkan produksi segala sesuatu mulai dari senjata ringan dan tank hingga drone dan rudal.
Israel telah membangun sektor pertahanannya melalui kerja sama dengan AS. Adapun Iran yang telah terkena sanksi selama beberapa dekade, berupaya memproduksi sebanyak mungkin kebutuhan pertahanannya di dalam negeri.
Israel kemungkinan besar memiliki kartu truf yang penting: senjata nuklir. Meskipun Israel tidak membenarkan atau menyangkal kepemilikan senjata tersebut (dalam kebijakan yang dikenal sebagai “ambiguitas yang disengaja”), Israel diduga memiliki hingga 80 senjata nuklir yang dapat dikirimkan melalui udara dan rudal.
Iran, sebagai perbandingan, telah menolak senjata nuklir dan semua senjata pemusnah massal lainnya, dan lebih memilih persenjataan rudal konvensional yang luas.

Namun Iran memiliki kartu truf yang berbeda yakni kemampuan menutup Selat Hormuz, yang pada dasarnya memberinya kekuatan untuk meruntuhkan perekonomian negara-negara Barat jika terjadi agresi.
Penutupan Selat Hormuz dapat membuat negara-negara Barat kelaparan hingga 30% dari seluruh pengiriman minyak mentah maritim.
Pengalaman Tempur
Berperang dalam belasan perang dan pemberontakan baik dengan negara-negara tetangga maupun dengan Palestina sejak tahun 1948 dan seterusnya, Israel sejauh ini merupakan negara dengan kekuatan militer paling tangguh di Timur Tengah.
Namun, konflik yang sedang berlangsung di Gaza telah menunjukkan kekuatan tempur bukanlah sesuatu yang diwariskan antar generasi.
Hal itu terbukti dari IDF mengalami banyak masalah dalam memerangi Hamas dan pejuang lainnya di Gaza, dengan laju operasi melawan 25.000-40.000 pasukan jauh lebih lambat dari yang diperkirakan.
Yang lebih memalukan, jumlah korban jiwa Israel merupakan yang terberat di antara konflik abad ke-21 yang melibatkan rezim kolonial Zionis hingga saat ini.
Iran juga memiliki pengalaman tempur yang cukup. Revolusi Islam tahun 1979 dipicu konflik brutal dengan Irak yang berlangsung hampir sepanjang tahun 1980-an, yang menewaskan 600.000 tentara Iran dan 500.000 tentara Irak serta lebih dari 100.000 warga sipil Iran.
Dalam beberapa dekade setelahnya, militer Iran memperoleh pengalaman tempur dalam berbagai konflik lainnya, mulai dari pemberontakan dalam negeri hingga bantuan penasihat IRGC yang diberikan kepada Hizbullah melawan Israel selama Perang Lebanon tahun 2006.
Iran juga berpengalaman saat menjadi penasihat untuk pemerintah Suriah dan Irak selama perang melawan sejumlah kelompok yang didukung asing pada tahun 2010-an.
Lihat Juga :