AS Protes 37% Anggota NATO Tak Penuhi Janji

Selasa, 09 April 2024 - 20:30 WIB
loading...
AS Protes 37% Anggota...
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk NATO Julianne Smith. Foto/X/@USAmbNATO
A A A
WASHINGTON - 12negara NATO belum memenuhi janji untuk membelanjakan 2% PDB mereka untuk pertahanan, menurut Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk NATO, Julianne Smith, pada Senin (8/4/2024).

Blok yang dipimpin AS menetapkan target 2% pada tahun 2014, setelah kudeta yang didukung Barat di Kiev memicu konflik Donbass.

Semua anggota seharusnya membuat tolok ukur “pembagian beban” dalam satu dekade.

“Saat ini kami memiliki 20 sekutu yang memenuhi janji 2%, 20 sekutu,” ujar Smith dalam pidatonya di Universitas Georgetown di Washington DC.

Dia menjelaskan, “Itu adalah peningkatan yang signifikan selama satu dekade. Tentu saja kami ingin semuanya menjadi 32 dan kami akan terus berusaha hingga kami mencapainya.”

Smith adalah pembicara utama pada konferensi ‘NATO at 75: Charting a New Course?’, yang diselenggarakan Pusat Studi Keamanan Georgetown.

Acara tersebut juga menghadirkan Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR) Jenderal Christopher Cavoli.

Tidak jelas data mana yang diandalkan Smith untuk menyampaikan klaimnya. Pada Februari tahun ini, perkiraan belanja militer tahun 2023 masih menunjukkan hanya 11 negara anggota yang telah memenuhi target 2%, sementara 18 negara masih gagal termasuk Perancis, Belanda, Norwegia, Denmark, Italia, Kanada, Turki, dan Spanyol.

Baca juga: Pemimpin Senat AS: Ukraina Kalah Perang karena Kurang Dana

Islandia sebenarnya tidak memiliki kekuatan militer, sementara Finlandia dan Swedia yang masing-masing bergabung pada bulan April dan bulan lalu tidak termasuk dalam perkiraan tersebut.

Polandia tahun lalu membelanjakan 3,9% produk domestik brutonya untuk militer, yang merupakan angka tertinggi di antara seluruh anggota blok tersebut.

Presiden Polandia Andrzej Duda baru-baru ini mengusulkan peningkatan ambang batas belanja minimum menjadi 3%, dengan alasan 2% “tidak lagi cukup.”

Amerika berada di urutan kedua dengan 3,49% PDB-nya. Namun, jika dilihat dari jumlah anggaran militernya, anggaran militernya lebih dari dua kali lipat gabungan seluruh anggota blok lainnya, yakni sebesar USD860 miliar.

Saat berkampanye bulan lalu, mantan Presiden AS Donald Trump menyarankan agar Washington hanya memenuhi komitmen perjanjiannya terhadap anggota NATO yang “bersikap adil”.

Trump pernah mengatakan kepada salah satu anggota blok tersebut bahwa dia akan mendorong Rusia “melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan ke negara-negara yang “nakal.”

Dalam pidatonya di Georgetown, Smith berpendapat NATO telah berhasil “berbagi beban” dalam kasus Ukraina.

“Meskipun AS telah memberikan sekitar USD75 miliar bantuan militer ke Kiev, negara-negara Eropa yang menjadi anggota blok tersebut menyumbang sekitar USD110 miliar,” ujar dia.

Utusan AS juga berpendapat dua tahun terakhir adalah masa yang “transformatif,” dan mencatat reorientasi NATO dari perang ekspedisi menjadi menentang Rusia di Eropa.

Pada saat yang sama, dia menunjukkan blok tersebut telah memperbarui strategi keamanannya untuk memandang China sebagai potensi ancaman dan menjangkau “mitra di Indo-Pasifik” untuk melawannya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
Betrand Peto Akui Putus...
Betrand Peto Akui Putus dari Aqila, Singgung Adanya Pihak Ketiga
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Berita Terkini
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved